-
Rencana merger Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Citilink dinilai berisiko menghapus identitas masing-masing maskapai dan belum tentu memperkuat strategi industri.
-
Praktisi mengusulkan konsep 1 Group 3 Tier berbentuk piramida: Garuda (premium), Pelita Air (mid-service), dan Citilink (LCC) agar saling melengkapi tanpa kanibalisme internal.
-
Model ini diyakini memperkuat sinergi operasional, efisiensi biaya, serta daya saing maskapai nasional dalam menghadapi kompetitor asing dan memperluas pasar penumpang.
SuaraJakarta.id - Dunia aviasi Indonesia jadi sorotan nasional di tengah rencana merger antara Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Citilink.
Pada fase ini, konsolidasi dalam dunia aviasi seringkali dipersepsikan sebagai jalan pintas yang efisien. Padahal, penyatuan atau merger maskapai tidak selalu identik dengan penguatan strategi.
Hal yang justru terlupakan adalah bagaimana peran setiap maskapai dirancang untuk saling melengkapi, bukan saling meniadakan.
Menurut praktisi dunia aviasi, Dian Ediono, kata Merger dalam konteks ini berarti identitas dari Garuda Indonesia, Citilink serta Pelita Air akan melebur dan kehilangan entitas legal serta karakter bisnisnya masing-masing.
Setiap fase krisis dalam industri penerbangan selalu akan melahirkan dua pilihan; bertahan dengan struktur lama atau justru merancang ulang fondasi bisnisnya. Melihat peran maskapai saat ini serta kebutuhan masyarakat, Indonesia berada pada pilihan kedua.
"Di mana hadirnya integrasi maskapai bukan lagi sebuah pertanyaan "perlu atau tidak", melainkan bagaimana bentuk terbaiknya," kata Dian Ediono, Kamis (19/2/2026).
Untuk itu, dirinya menilai apakah konsep "Merger" yang disebutkan dalam keputusan saat ini sudah tepat atau justru malah sebaliknya?
Bagaimana kalau ada konsep lain yang bisa diterapkan pada masalah ini dan saling menguntungkan, tidak hanya untuk ketiga maskapai, tetapi juga untuk sektor penerbangan nasional?
"Saya ingin menggambarkan konsep yang tepat dan dapat menjadi solusi bagi dunia maskapai nasional, yaitu satu Group yang memiliki 3 Tier Maskapai Nasional. Konsep ini digambarkan seperti piramida dengan urutan puncak yaitu Garuda Indonesia (Premium), kemudian pada bagian tengah yaitu Pelita Air (Mid-Service), dan bagian bawah yaitu Citilink (LCC)," ujarnya.
Transisi dari sistem 2 tingkat menjadi 3 tingkat ini bertujuan untuk menutup celah yang saat ini dieksploitasi oleh pihak asing, menyeimbangkan layanan rute dengan harga yang efisien serta konektivitas yang berkelanjutan tanpa bergantung pada pihak lain.
Struktur piramida ini tidak hanya memaksimalkan target pelayanan dan penjualan, tetapi juga mengatasi kanibalisme internal dan memastikan setiap pelanggan mendapatkan layanan yang tepat sesuai dengan segmentasinya.
Pada puncak piramida, yaitu Garuda Indonesia, sebagai maskapai nasional, sangat cocok untuk diterapkan sebagai maskapai penerbangan kelas premium dengan target pelanggan yaitu pemerintahan, diplomat, BUMN, dan traveler corporate premium.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Garuda Indonesia harus keluar dari perang harga dan menghindari kompromi yang didorong oleh biaya dengan berfokus pada standar SkyTeam.
Untuk bagian tengah piramida, yaitu Pelita Air, sebagai The Value Bridge akan bergerak sebagai "penengah" antara LCC dan Premium dengan menyerap hilangnya permintaan yang saat ini dikuasai oleh pihak asing.
Pelita Air dapat menargetkan pelanggannya pada industri energi, pertambangan, dan sektor konstruksi atau traveler secondary middle class.
Berita Terkait
-
Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller
-
Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan
-
Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan
-
Erupsi Anak Krakatau Bisa Lebih Besar? Ini Penjelasan Pakar Vulkanologi UGM
-
Gunung Anak Krakatau Mulai Tenang: Tak Ada Ancaman Tsunami, Penerbangan Kembali Normal
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga
-
Raisa, Nadin Amizah hingga Sal Priadi Siap Ramaikan Sunset di Pantai 2026
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro