- Warna merah pada Gerhana Bulan Total muncul akibat hamburan Rayleigh cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi yang memproyeksikan warna merah ke permukaan Bulan.
- Perbedaan intensitas warna gerhana di berbagai lokasi dipengaruhi oleh kondisi atmosfer lokal, uap air, polusi, dan posisi Bulan saat teramati.
- Umat Muslim dianjurkan melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Khusuf) dua rakaat serta memperbanyak doa dan istighfar selama fenomena berlangsung.
SuaraJakarta.id - Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 sempat dinanti sebagai momen “Blood Moon”, yakni bulan berwarna merah tembaga saat fase totalitas. Namun di sejumlah wilayah, warna merah itu tak tampak secerah ekspektasi. Ada yang melihatnya lebih gelap, kecokelatan, bahkan nyaris redup.
Mengapa fenomena yang sama bisa terlihat berbeda? Berikut penjelasan ilmiahnya, sekaligus panduan niat dan tata cara Salat Gerhana Bulan (Khusuf) bagi umat Muslim.
Secara astronomi, gerhana bulan total terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk ke bayangan inti Bumi (umbra). Saat itu, cahaya Matahari langsung terhalang Bumi. Namun Bulan tidak benar-benar gelap, ia justru memerah.
Warna merah muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan Rayleigh: spektrum biru tersebar, sementara cahaya merah-oranye yang berpanjang gelombang lebih panjang tetap menembus dan diproyeksikan ke permukaan Bulan. Proses inilah yang memunculkan sebutan “Blood Moon”.
Penjelasan resmi mengenai fenomena gerhana bulan dan fase-fasenya juga dipublikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ada beberapa faktor yang membuat warna gerhana tampak berbeda dari satu kota ke kota lain:
1) Kondisi Atmosfer Lokal
Atmosfer yang bersih dan minim polusi memungkinkan warna merah terlihat lebih jelas. Sebaliknya, kabut, polusi, atau partikel debu membuat cahaya yang sampai ke Bulan berkurang intensitasnya, sehingga tampak lebih gelap atau kecokelatan.
2) Uap Air dan Partikel Debu
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Klaim Ahok Bagi-Bagi Bantuan Modal Usaha, Benarkah?
Kelembapan tinggi, asap kendaraan, hingga partikel debu (bahkan sisa letusan gunung berapi di wilayah lain) memengaruhi kualitas pembiasan cahaya. Hasilnya, warna merah bisa tampak redup.
3) Posisi Bulan di Horizon
Saat Bulan masih rendah di ufuk timur, cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal sebelum mencapai mata pengamat. Ini membuat warna terlihat kurang terang dibanding saat Bulan sudah lebih tinggi.
4) Persepsi Visual & Polusi Cahaya
Polusi cahaya kota dan perbedaan sensitivitas mata manusia terhadap cahaya redup turut memengaruhi persepsi warna. Di kota besar, kontras sering kali kalah oleh cahaya lampu.
Intinya, variasi warna adalah hal normal secara ilmiah — bukan kesalahan prediksi.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Tautan Penghapusan Utang Pinjol dari OJK yang Viral, Ini Faktanya!
-
Rekomendasi 3 AC Split 2 PK Untuk Cuaca Panas, Paling Dingin, Hemat Listrik, dan Awet
-
Waspada Serangan Panas: 5 Penyakit yang Mengintai Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
3 Sunscreen Water-Based Terbaik di Bawah 100 Ribu untuk Cuaca Panas Indonesia Saat Ini
-
Cara Jaga Kulit Tetap Sehat di Tengah Cuaca Panas Indonesia
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Mantri BRI Hadir di Wilayah 3T, Ini Dedikasi Eka Layani Warga Kabupaten Banggai Kepulauan
-
FIFGROUP Gaungkan 'Perempuan Berperan' di Car Free Day, Dorong Kesetaraan Gender dan Hidup Sehat
-
BRI Tegas Menolak Berbagai Bentuk Penyimpangan yang Merugikan Negara dan Masyarakat
-
Polda Metro Jaya Tetapkan Junaedi Abdillah sebagai Tersangka Dugaan Penggelapan dan TPPU
-
Cek Fakta: Viral Video Prabowo Tanggapi Demo MBG, Benarkah Direkam Usai Aksi Mahasiswa?