- PIK Tourism Board memfasilitasi kolaborasi antara pemangku kepentingan pariwisata dan aviasi guna meningkatkan aksesibilitas destinasi Jakarta.
- Kolaborasi terintegrasi ini bertujuan membangun ekosistem pariwisata yang kuat, menarik wisatawan lebih banyak ke kawasan PIK.
- Kunjungan lokasi unggulan PIK oleh peserta bertujuan menunjukkan potensi destinasi dan membuka peluang pengembangan paket perjalanan bersama.
SuaraJakarta.id - Penguatan konektivitas menjadi salah satu isu krusial dalam pengembangan pariwisata nasional.
Di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat, integrasi antara pengelola kawasan wisata, asosiasi industri, dan sektor transportasi udara dinilai menjadi faktor penentu dalam meningkatkan arus kunjungan wisatawan.
Hal ini tercermin dalam langkah PIK Tourism Board yang mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan industri, mulai dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Board of Airline Representatives in Indonesia (BARINDO), hingga InJourney Airports dalam sebuah forum kolaboratif.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya atraktif, tetapi juga mudah diakses. Dalam konteks industri, aksesibilitas merupakan salah satu variabel utama yang memengaruhi keputusan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menekankan bahwa pembangunan destinasi saat ini harus berbasis pada kolaborasi yang terintegrasi.
“Kami percaya bahwa pengembangan destinasi tidak dapat dilakukan sendiri,” ujar Fenny Maria, Kamis (19/3/2026)
Ia menilai, keterlibatan asosiasi pariwisata dan industri aviasi membuka peluang untuk memperkuat ekosistem secara menyeluruh.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi pariwisata dan industri aviasi, kami berharap dapat membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi,” tambahnya.
Menurut dia, langkah tersebut juga akan berdampak pada peningkatan akses wisatawan ke destinasi.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Hotel di Hong Kong untuk Liburan dan Belanja
“Sekaligus memperluas akses bagi wisatawan untuk mengenal dan menikmati berbagai pengalaman yang ditawarkan di kawasan PIK,” jelasnya.
Dalam kerangka industri, pendekatan ini sejalan dengan tren global di mana destinasi wisata tidak lagi berdiri sebagai entitas tunggal, melainkan sebagai bagian dari rantai nilai (value chain) yang mencakup transportasi, akomodasi, hingga pengalaman wisata.
Sebagai bagian dari agenda tersebut, para peserta juga diajak meninjau langsung sejumlah titik destinasi unggulan di kawasan PIK, seperti Aloha, Pantjoran PIK, Land’s End, dan Sunset Pier. Kunjungan ini menjadi sarana untuk memperlihatkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata urban yang terintegrasi.
Dari perspektif bisnis, langkah ini dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, termasuk dalam pengembangan paket perjalanan, promosi bersama, hingga optimalisasi jalur distribusi wisatawan melalui jaringan maskapai dan bandara.
PIK sendiri berkembang sebagai salah satu kawasan dengan pendekatan mixed-use yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, dan rekreasi. Model ini memungkinkan terciptanya pengalaman wisata yang lebih komprehensif, sekaligus meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan.
Bagi industri aviasi, penguatan destinasi seperti ini juga berdampak langsung pada potensi peningkatan trafik penumpang. Destinasi yang memiliki daya tarik kuat dan akses yang jelas akan mendorong permintaan perjalanan, baik melalui rute eksisting maupun pembukaan rute baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan
-
Semarak Kemerdekaan: Perpaduan Kuliner dan Mahjong Ramaikan Pesisir Jakarta