Tasmalinda
Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:23 WIB
takbir Idul Fitri 1447 hijriah
Baca 10 detik
  • Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, jutaan umat Muslim mulai mencari satu hal yang sama: bacaan takbiran yang benar, lengkap, dan tidak keliru. 
  • Dasar utama takbiran terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185 sebagai ungkapan syukur.
  • Takbiran Idulfitri dimulai malam 1 Syawal setelah matahari terbenam hingga menjelang salat Idulfitri.

Versi ini menambahkan pujian yang lebih panjang, sehingga terasa lebih khusyuk dan mendalam.

Versi ini paling sering digunakan karena sederhana dan mudah dihafal:

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Kapan Takbiran Idulfitri Dibaca?

Takbiran Idulfitri dimulai sejak malam 1 Syawal, tepat setelah matahari terbenam di penghujung Ramadan. Sejak saat itu, gema “Allahu Akbar” mulai terdengar, menandai datangnya hari kemenangan yang dinanti.

Tradisi ini berlanjut hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri keesokan paginya. Di Indonesia, suasana takbiran memiliki warna tersendiri, tidak hanya dikumandangkan di masjid, tetapi juga menggema dari rumah ke rumah, bahkan diramaikan dengan takbiran keliling yang menjadi bagian dari euforia Lebaran.

Di balik kemeriahannya, takbiran tetap menyimpan makna mendalam sebagai ungkapan syukur atas berakhirnya Ramadan.

Takbiran bukan sekadar lantunan kalimat yang diulang-ulang, melainkan pengakuan yang tulus bahwa segala keberhasilan selama Ramadan bukanlah semata karena kekuatan diri sendiri, melainkan karena petunjuk dan pertolongan Allah.

Di balik gema takbir yang menggema di malam Lebaran, tersimpan momen refleksi yang mendalam, sebuah pertanyaan sederhana namun penting: setelah sebulan penuh beribadah, apakah kita benar-benar telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik?

Baca Juga: Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Takbiran

Banyak orang tanpa sadar:

  • Salah melafalkan bacaan
  • Tidak memahami arti
  • Menganggap takbiran hanya tradisi
  • Padahal, memahami makna akan membuat ibadah terasa lebih hidup.

Kenapa Takbiran Tidak Boleh Dianggap Sekadar Tradisi?

Karena takbiran adalah:

  • Perintah dalam Al-Qur’an
  • Bentuk syukur
  • Simbol kemenangan spiritual
  • Tanpa pemahaman, takbiran hanya menjadi rutinitas tanpa makna.

Malam takbiran bukan sekadar perayaan. Ia adalah penutup perjalanan spiritual selama sebulan penuh.

Setiap lafaz “Allahu Akbar” adalah pengingat bahwa kemenangan sejati bukan soal dunia, melainkan kedekatan dengan Allah.

Load More