Tasmalinda
Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi Sholat Ied Idulfitri. (pexels/mohammed azyij)
Baca 10 detik
  • Salat Idulfitri berhukum sunnah muakkad; Rasulullah SAW menganjurkan semua Muslim hadir menyaksikan kebaikan dan doa.
  • Tata cara salat meliputi niat, tujuh takbir tambahan di rakaat pertama, lima takbir di rakaat kedua, dan khutbah dilaksanakan setelah salat.
  • Sunnah sebelum salat Id mencakup mandi, memakai pakaian terbaik, makan, serta mengumandangkan takbir saat menuju lokasi pelaksanaan.

Kemudian imam membaca Al-Fatihah dan surat pendek, biasanya Surat Al-A’la. Rakaat pertama disempurnakan seperti salat biasa.

Pada rakaat kedua, setelah berdiri, dilakukan lima kali takbir tambahan. Setelah itu, membaca Al-Fatihah dan biasanya Surat Al-Ghasyiyah, lalu menyelesaikan rakaat hingga salam.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda:

“Takbir pada hari raya Idulfitri adalah tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menjadi dasar utama praktik takbir dalam Salat Id.

Berbeda dengan salat Jumat, khutbah Idulfitri dilakukan setelah salat.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW terlebih dahulu melaksanakan salat, kemudian menyampaikan khutbah kepada jamaah.

Isi khutbah biasanya berisi pesan ketakwaan, makna kemenangan setelah Ramadan, serta ajakan menjaga amal ibadah.

Sunnah Sebelum Salat Idulfitri

Baca Juga: Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini

Rasulullah SAW mencontohkan beberapa amalan sunnah sebelum Salat Id, di antaranya:

  • Mandi sebelum berangkat
  • Memakai pakaian terbaik
  • Menggunakan wewangian
  • Makan terlebih dahulu (biasanya kurma dalam jumlah ganjil)
    Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah tidak berangkat salat Id sebelum makan.

Selain itu, dianjurkan:

  • Berjalan kaki ke tempat salat
  • Mengambil rute berbeda saat pulang
  • Mengumandangkan takbir
    Ini menjadi bagian dari syiar dan keindahan tradisi Islam.

Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak jamaah yang masih:

  • Tidak hafal jumlah takbir
  • Tidak memahami urutan salat
  • Mengabaikan khutbah
  • Menganggap salat Id sekadar formalitas
    Padahal, pemahaman yang benar akan membuat ibadah lebih khusyuk.

Salat Id bukan hanya ritual dua rakaat. Ia adalah simbol kemenangan setelah Ramadan—kemenangan atas hawa nafsu, kebiasaan buruk, dan diri sendiri.

Di sinilah makna Idulfitri: kembali ke fitrah, kembali menjadi pribadi yang lebih bersih.

Dengan memahami tata cara Salat Idulfitri lengkap dengan dalilnya, kita tidak lagi sekadar menjalankan tradisi, tetapi benar-benar menghidupkan makna ibadah.

Load More