- Tradisi pemberian uang Lebaran berubah dari amplop fisik menuju angpao digital karena pertimbangan efisiensi dan kepraktisan.
- Beberapa pihak menilai amplop tunai mempertahankan kehangatan interaksi sosial yang mungkin hilang dalam transaksi digital.
- Keluarga kini mulai menerapkan solusi kombinasi, memberikan amplop fisik untuk anak-anak dan transfer digital untuk generasi muda.
SuaraJakarta.id - Pemandangan Lebaran dulu begitu khas seperti anak-anak berbaris rapi, tangan kecil terulur, lalu satu per satu menerima amplop tipis berwarna cerah. Ada senyum, ada rasa penasaran, dan ada momen membuka amplop diam-diam di sudut rumah.
Namun kini, momen itu mulai berubah. Di tengah perkembangan teknologi, muncul “cara baru” dalam tradisi bagi-bagi THR yakni angpao digital. Tanpa amplop, tanpa uang fisik namun cukup satu klik, saldo langsung masuk.
Praktis, cepat, tapi juga memunculkan perdebatan: apakah kehangatan tradisi mulai tergeser?
Raka (28), karyawan swasta di Jakarta, mengaku tahun ini lebih memilih membagikan THR lewat dompet digital. “Lebih simpel. Nggak perlu ke ATM, nggak ribet nyiapin uang kecil,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah mobilitas tinggi, cara ini jauh lebih efisien. “Tinggal kirim, selesai. Apalagi kalau saudara jauh, ini paling masuk akal,” katanya.
Fenomena ini semakin terlihat, terutama di kalangan generasi muda yang sudah terbiasa dengan transaksi digital.
Namun tidak semua sepakat. Bagi sebagian orang, amplop THR bukan sekadar wadah uang—melainkan bagian dari pengalaman Lebaran itu sendiri.
“Rasanya beda. Kalau dapat amplop, ada deg-degannya,” kata Dinda (19), mahasiswa.
Ia mengaku masih lebih suka menerima uang tunai dibanding transfer digital. “Kalau digital, langsung tahu jumlahnya. Nggak ada ‘kejutan’,” ujarnya sambil tertawa.
Baca Juga: Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Sosiolog menilai perdebatan ini bukan sekadar soal metode, tapi soal makna. Amplop THR itu simbol. Ada interaksi, ada sentuhan, ada momen memberi dan menerima secara langsung.
Ketika tradisi berpindah ke digital, sebagian nilai tersebut bisa berkurang.
Meski demikian, perubahan ini dianggap sebagai hal yang tidak terhindarkan. Generasi muda tumbuh di era serba cepat dan efisien. Bagi mereka, nilai praktis sering kali lebih penting.
Di satu sisi, angpao digital menawarkan kemudahan sedangkan amplop klasik menyimpan kenangan.
Banyak keluarga kini mencoba jalan tengah yakni menggabungkan keduanya. Anak-anak yang lebih kecil tetap diberi amplop, sementara yang lebih dewasa menerima transfer.
Lebaran selalu berkembang mengikuti zaman. Dari yang serba manual, kini perlahan beralih ke digital. Namun satu hal yang tidak berubah: semangat berbagi.
Tag
Berita Terkait
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar
-
Doa Idulfitri yang Dianjurkan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya, Serta Maknanya Selain 'Minal Aidin'
-
Lengkap! Tata Cara Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Jumlah Takbir, Sunnah, dan Dalil Hadis
-
Minal Aidin wal Faizin Ternyata Tak Sesederhana Itu: Ini Maknanya Jika Dibaca Ala Filsuf
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar