- Tren "Loud Budgeting" muncul pasca Lebaran sebagai respon terhadap menipisnya dana akibat pengeluaran hari raya.
- Konsep ini mendorong keterbukaan mengenai kondisi keuangan saat menolak ajakan sosial demi menghemat biaya.
- Penerapan tren ini mengurangi tekanan sosial dan meningkatkan kontrol serta kesehatan mental terkait pengelolaan keuangan pribadi.
SuaraJakarta.id - Pasca Lebaran seringkali menjadi fase yang cukup menantang secara finansial. Setelah pengeluaran untuk mudik, THR, hingga belanja kebutuhan hari raya, tak sedikit orang mulai merasakan dompet yang menipis.
Di tengah kondisi ini, muncul tren baru yang ramai diperbincangkan di media sosial: “Loud Budgeting.” Sebuah cara terbuka dan jujur dalam mengelola keuangan, termasuk saat harus menolak ajakan nongkrong atau pengeluaran tambahan.
Apa Itu ‘Loud Budgeting’?
“Loud Budgeting” adalah konsep di mana seseorang secara terbuka menyampaikan kondisi keuangan, tanpa rasa malu atau gengsi.
Alih-alih mencari alasan atau berbohong, pendekatan ini mendorong untuk berkata jujur, seperti: “Lagi hemat bulan ini”, “Belum bisa ikut, lagi atur keuangan” atau “Prioritas lagi ke kebutuhan lain”
Tren ini dinilai sebagai bentuk kesadaran finansial baru, terutama di kalangan generasi muda.
Kenapa Tren Ini Muncul Setelah Lebaran?
Momentum pasca-Lebaran menjadi waktu yang “ideal” bagi tren ini untuk muncul.
Beberapa faktor pendorongnya antara lain seperti pengeluaran besar selama Lebaran (THR, mudik, hadiah)
Kebutuhan rutin kembali berjalan (tagihan, cicilan), tekanan sosial untuk tetap bersosialisasi serta keinginan untuk mulai menata ulang keuangan.
Baca Juga: Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Kondisi ini membuat banyak orang mulai lebih tegas dalam mengatur pengeluaran.
“Loud Budgeting” bukan hanya soal menahan diri dari pengeluaran, tetapi juga tentang mengubah cara pandang terhadap uang dan gaya hidup.
Pendekatan ini mengedepankan rasa transparansi finansial, pengurangan gengsi sosial serta fokus pada prioritas
kesehatan mental terkait keuangan.
Dengan kata lain, mengatakan “tidak” menjadi bagian dari manajemen keuangan yang sehat.
Cara Elegan Menolak Ajakan Tanpa Menyinggung
Banyak orang merasa tidak enak saat harus menolak ajakan teman. Namun dengan pendekatan yang tepat, hal ini bisa dilakukan tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Berita Terkait
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
ART Belum Kembali Usai Lebaran? Ini 7 Cara Biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Drama Kewalahan
-
Anti Boros Setelah Lebaran, 7 Ide Masak Sekali untuk Stok Seminggu ala Meal Prep Simpel
-
Dompet Tipis Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Cepat Memulihkan Keuangan di Akhir Bulan
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Lagi Viral di Jakarta, Workshop Keramik dan Melukis Ini Ramai Diburu Saat Long Weekend
-
Resmi Teken MoU, Sinar Mas Land Bawa Pengembangan AI dan Robotik Kelas Dunia ke BSD City
-
Bukan Hoka atau Adidas, 5 Sepatu Lari Lokal Ini Justru Paling Banyak Dipakai di CFD Sudirman