Tasmalinda
Senin, 30 Maret 2026 | 19:59 WIB
Samsung Galaxy S26 Series (Gizmochina)
Baca 10 detik
  • Galaxy AI pada S26 Series mengubah fokus utama smartphone dari performa menjadi kecerdasan personal pengguna.
  • Fitur seperti Live Translate dan ringkasan catatan S Pen menyederhanakan komunikasi dan pengolahan informasi harian.
  • Galaxy AI juga menyempurnakan Circle to Search dan menyediakan ringkasan otomatis panggilan telepon penting secara elegan.

SuaraJakarta.id - Saat Samsung meluncurkan Samsung Galaxy S26 Series, perhatian publik memang langsung tertuju pada hal-hal yang sudah familiar seperti kamera lebih tajam, performa lebih cepat, dan desain yang makin premium.

Namun, di balik semua itu, ada satu perubahan besar yang diam-diam menggeser cara orang menggunakan smartphone.

Bukan lagi soal “seberapa kencang” atau “seberapa besar”, tapi seberapa pintar perangkat itu memahami penggunanya. Di sinilah Galaxy AI mulai terasa bukan sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari pengalaman baru yang ditawarkan Samsung.

Dulu, berbicara dengan orang dari negara lain seringkali membutuhkan aplikasi tambahan atau bahkan penerjemah. Kini, Galaxy AI menghapus batas itu.

Lewat fitur Live Translate generasi terbaru, percakapan telepon bisa langsung diterjemahkan secara real-time, baik dalam bentuk teks maupun suara. Yang menarik, prosesnya terasa natural, tidak kaku, dan hampir tanpa jeda yang mengganggu.

Dalam situasi tertentu, ini bukan lagi sekadar fitur canggih, tapi bisa menjadi solusi nyata—terutama bagi mereka yang bekerja lintas negara atau sering bepergian.

Mengedit Foto Kini Seperti Sulap Digital

Ada satu momen yang sering terjadi: foto sudah bagus, tapi terganggu oleh objek kecil yang merusak keseluruhan gambar. Di sinilah Galaxy AI bekerja dengan cara yang terasa hampir “ajaib”.

Bukan hanya menghapus objek, tapi juga memperbaiki area di sekitarnya agar tetap terlihat natural. Bahkan, komposisi foto bisa disesuaikan ulang tanpa meninggalkan jejak edit yang kasar.

Hasilnya membuat batas antara foto asli dan hasil edit semakin sulit dibedakan.

Baca Juga: Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota

Catatan yang Tidak Lagi Sekadar Catatan

Di varian Ultra, kehadiran S Pen kini terasa jauh lebih relevan berkat dukungan AI. Catatan panjang yang sebelumnya berantakan bisa langsung diringkas, disusun ulang, bahkan diterjemahkan dalam hitungan detik.

Ini mengubah cara orang bekerja dengan informasi. Bukan lagi sekadar mencatat, tapi langsung memahami inti dari apa yang ditulis.

Dalam konteks pekerjaan atau pendidikan, fitur ini bisa memangkas waktu secara signifikan.

Salah satu perubahan paling terasa justru datang dari hal sederhana yakni mencari informasi.

Dengan fitur Circle to Search yang semakin disempurnakan, pengguna cukup melingkari objek di layar dan informasi langsung muncul. Tidak perlu membuka browser, tidak perlu mengetik ulang.

Cara ini perlahan mengubah kebiasaan digital yang selama ini dianggap biasa.

Load More