- Lintas Tridharma Jakarta mendesak pemerintah membentuk Satgas independen untuk memperkuat tata kelola pengawasan sumber daya logam tanah jarang.
- Aliansi mahasiswa menuntut pemerintah keluar dari BOP demi menjaga integritas, kemandirian, serta kedaulatan kebijakan nasional dari konflik kepentingan.
- LTJ menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis serta reformasi pendidikan secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
SuaraJakarta.id - Sebuah gelombang aspirasi publik yang kuat digaungkan oleh mahasiswa. Lintas Tridharma Jakarta (LTJ), sebuah wadah konsolidasi berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam PERISAI SI Mahasiswa HMI, SEMMI, PMII, dan GPI, menyelenggarakan aksi damai sebagai manifestasi penyampaian aspirasi publik terhadap arah kebijakan nasional.
Aksi ini menunjukkan peran aktif generasi muda dalam mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto ini.
Dalam pernyataan resminya, LTJ menyampaikan tiga poin tuntutan utama yang dirumuskan secara komprehensif dan berlandaskan kepentingan jangka panjang nasional.
Yang pertama yakni penguatan tata Kelola dan engawasan Logam Tanah Jarang (LTJ)
LTJ menuntut penguatan tata kelola serta pengawasan logam tanah jarang sebagai sumber daya strategis nasional.
Mereka menilai pengelolaan komoditas ini harus dilaksanakan secara transparan, berkelanjutan, dan berorientasi pada optimalisasi nilai tambah dalam negeri.
LTJ juga mendorong pemerintah untuk segera menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Logam Tanah Jarang yang independen, profesional, dan akuntabel.
"Demi menjaga kepentingan strategis nasional dalam jangka panjang, kami mendorong Presiden untuk segera menetapkan Perpres terkait pembentukan Satgas Pengawasan Logam Tanah Jarang yang independen dan akuntabel, guna memastikan tata kelola yang berkeadilan serta terhindar dari dominasi kepentingan tertentu,” ujar perwakilan LTJ kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Yang kedua yakni menjaga integritas kebijakan nasional dengan eluar dari BOP.
Baca Juga: 7 Aplikasi AI untuk Bantu Anak Kerjakan PR Sekolah, Belajar Jadi Lebih Mudah dan Cepat
LTJ menekankan pentingnya menjaga integritas dan kemandirian kebijakan nasional. Mereka mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis keluar dari BOP (Balance of Payments).
Keterlibatan dalam BOP dinilai kata mereka berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta mengurangi independensi dalam perumusan kebijakan strategis negara.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan kedaulatan kebijakan nasional.
Kemudian yang ketiga yakni evaluasi menyeluruh program MBG dan reformasi substantif pendidikan
LTJ menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perlunya reformasi substantif di sektor pendidikan.
Sektor pendidikan, sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, memerlukan pendekatan yang sistemik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Berita Terkait
-
7 Aplikasi AI untuk Bantu Anak Kerjakan PR Sekolah, Belajar Jadi Lebih Mudah dan Cepat
-
Cek Fakta: Viral Prabowo Bakal Hentikan Program Makan Bergizi Gratis Usai Idulfitri, Benarkah?
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Cek Fakta: Benarkah Presiden Prabowo Jual Laut dan Hutan Aceh-Sumatra ke Inggris?
-
Cek Fakta: Benarkah Prabowo Bakal Potong Gaji DPR untuk Bantu Korban Bencana Alam?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar