- Akun Facebook Pecinta Nusantara menyebarkan video hoaks berisi narasi Megawati Soekarnoputri menghina guru honorer pada 25 April 2026.
- Tim pemeriksa fakta Mafindo memastikan tidak ada bukti kredibel yang membenarkan pernyataan provokatif tersebut di media manapun.
- Video tersebut terbukti memelintir pernyataan lama Megawati untuk menyesatkan publik dan menciptakan opini negatif terhadap tokoh tersebut.
SuaraJakarta.id - Sebuah video yang beredar di media sosial memicu kemarahan publik setelah menarasikan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyebut “guru honorer adalah sampah negara”.
Unggahan tersebut viral di Facebook setelah dibagikan akun “Pecinta Nusantara” pada Sabtu (25/4/2026), lengkap dengan takarir provokatif yang menuding Megawati menghina para guru honorer.
Akun Facebook “Pecinta Nusantara” pada Sabtu (25/4/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara Bagaimana pendapat anda”
Unggahan disertai takarir:
“Guru honorer adalah sampah negara”
Per Senin (27/4/2026) konten tersebut telah mendapat 24 tanda suka, menuai 101 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 6 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Namun, benarkah pernyataan itu pernah diucapkan?
Hasil penelusuran tim pemeriksa fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar alias hoaks.
Baca Juga: Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui situs Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “Megawati sebut guru honorer adalah sampah negara” ke mesin pencari.
Hasilnya, tidak ditemukan satu pun sumber kredibel yang memuat pernyataan tersebut.
Justru, narasi dalam video diduga memelintir beberapa pernyataan Megawati yang tidak saling berkaitan.
Salah satu sumber yang ditemukan adalah pemberitaan Kompas.com pada 10 Januari 2025 berjudul “Megawati: Saya Ini adalah Presiden Sampah”.
Dalam konteks itu, Megawati tidak menghina pihak lain, melainkan sedang menyindir dirinya sendiri terkait pengalaman saat menjabat sebagai presiden di masa lalu.
Selain itu, ada pula dokumentasi dari Antara Foto pada 11 Juni 2021 tentang pengukuhan Megawati sebagai guru besar kehormatan di Universitas Pertahanan.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Cek Fakta: Benarkah Serangan Iran Hancurkan Kilang Israel? Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Video Wanita Filipina Terserang Rudal Saat Live di Dubai, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Kabar 2 Siswa SD di Aceh Meninggal Keracunan MBG, Benarkah?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar
-
NHM Teguhkan Komitmen Good Mining Practices melalui Binwas Terpadu ESDM
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi dan Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
Rekomendasi Tempat Ngopi di Jakarta Selatan, Coffee Tower Selection Hadir di Manhattan Hotel Jakarta
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta