Muhammad Yunus
Jum'at, 18 September 2026 | 10:26 WIB
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) (Marina.difesa.it)
Baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok pada Jumat 18 September 2026.
  • Calon kapal induk pertama Indonesia tersebut telah tiba di dermaga setelah berangkat dari Italia sejak Senin 24 Agustus.
  • Kapal induk yang singgah di beberapa negara itu memasuki perairan Indonesia dengan pengawalan dua kapal perang TNI AL.

SuaraJakarta.id - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapal induk atau ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang sandar di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 18 September 2026.

Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi, Sjafrie naik ke atas kapal induk didampingi oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan beberapa pejabat tinggi TNI.

Tidak hanya didampingi pejabat TNI saja, Sjafrie juga turut didampingi oleh Kapten Marco Guerriero selaku Komandan Kapal ITS Giuseppe Garibaldi.

Kendati demikian, pihak TNI tidak memperbolehkan awak media untuk ikut rombongan para pejabat masuk ke dalam kapal induk tersebut.

Hingga pukul 09.28 WIB prosesi peninjauan di dalam kapal induk masih berlangsung.

Untuk diketahui, calon kapal induk pertama milik Indonesia ini telah sampai di Dermaga 107 pukul 07.58 WIB, pagi hari ini.

Kapal ini telah berangkat dari Italia sejak Senin (24/8). Selama perjalanan itu, Garibaldi dikawal oleh kapal perang dari Angkatan Laut Italia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan selama perjalanan berlangsung kapal induk telah singgah di beberapa negara, salah satunya di Sri Lanka.

Setelah dari Sri Lanka, barulah kapal induk pertama RI itu masuk ke wilayah perairan Indonesia melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Bangka Belitung.

Baca Juga: Diduga Peras Warga, Polisi Tangkap Enam Wartawan Gadungan

Saat masuk ke wilayah Indonesia, kapal induk tersebut juga langsung dikawal oleh dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Load More