- KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 pukul 20.52 WIB.
- Insiden tersebut mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka dan memicu proses evakuasi segera di lokasi kejadian.
- KNKT sedang menyelidiki penyebab kecelakaan melalui data teknis seperti event recorder, persinyalan, dan sistem pengereman kereta.
SuaraJakarta.id - Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih dalam investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah dugaan keterlambatan pengereman, yang kebenarannya masih menunggu hasil analisis data perjalanan kereta.
Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan telah mengerahkan tim investigasi ke lokasi untuk mengumpulkan fakta dan data lapangan sejak malam kejadian.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.52 WIB itu melukai puluhan penumpang lainnya berdasarkan data awal yang masih terus diperbarui. Evakuasi dilakukan dengan memotong badan gerbong untuk menyelamatkan korban yang masih terjepit.
Di tengah sorotan publik, istilah “black box” kereta api ramai dibicarakan. Banyak yang bertanya-tanya apakah kereta api memiliki alat seperti pesawat untuk merekam semua kejadian sebelum kecelakaan.
Apa Itu ‘Black Box’ Kereta Api?
Berbeda dengan pesawat, kereta api umumnya tidak memiliki satu perangkat bernama “black box”. Namun, kereta modern memiliki beberapa teknologi perekam data yang hampir memiliki fungsi serupa.
Beberapa perangkat yang biasa digunakan antara lain:
1. Event Recorder
Perangkat ini merekam data operasional perjalanan kereta, seperti kecepatan kereta, kapan rem digunakan, tekanan rem, posisi throttle atau tenaga, penggunaan klakson, hingga perintah teknis dari masinis.
Baca Juga: 6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
Dari alat ini, investigator bisa mengetahui apakah masinis sempat menarik rem darurat sebelum tabrakan.
2. Train Control Monitoring System (TCMS)
Sistem ini memantau kondisi teknis rangkaian secara real-time, termasuk gangguan pengereman, gangguan mesin, gangguan kelistrikan, hingga anomali teknis lain.
3. CCTV Kabin Masinis
Jika tersedia, CCTV dapat menunjukkan kondisi di dalam kabin beberapa detik sebelum tabrakan yakni apakah masinis sadar, apakah ada kepanikan, atau apakah ada distraksi.
4. Data Persinyalan dan Komunikasi
Berita Terkait
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
Pemudik Berangkat dari Stasiun Gambir Meningkat pada H-4 Lebaran 2025
-
Pemasangan Palang Pintu Perlintasan KA Tanggung Jawab Pemerintah
-
PT KAI Daop 1 Jakarta Prediksi Puncak Keberangkatan Penumpang Lebaran pada Akhir Maret
-
Wanita Paruh Baya Tewas Tertabrak Kereta Bandara Di Jakbar, Begini Kata KAI
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas