- Polda Riau menangkap JRF di Bukittinggi pada 28 April 2026 karena menjalankan praktik dokter kecantikan tanpa memiliki latar belakang medis.
- Pelaku menipu pasien sejak 2019 dengan tarif mahal untuk meyakinkan korban bahwa ia merupakan tenaga medis yang profesional.
- Tiga korban melaporkan mengalami infeksi serius setelah menerima tindakan medis dari pelaku yang tidak memiliki kompetensi kesehatan resmi.
SuaraJakarta.id - Harapan untuk tampil lebih percaya diri justru berujung petaka. Sejumlah korban dalam kasus dugaan dokter gadungan yang menyeret nama JRF mengalami dampak serius setelah menjalani perawatan kecantikan.
Kasus ini mulai terungkap setelah aparat dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau melakukan penjemputan paksa terhadap JRF di kediaman keluarganya di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (28/4/2026).
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Teddy Ardian, menjelaskan bahwa pelaku diduga menjalankan praktik layaknya dokter kecantikan tanpa memiliki latar belakang medis.
“Modus yang dilakukan pelaku adalah membuka klinik kecantikan dan memberikan tindakan medis kepada pasien, seolah-olah memiliki kompetensi di bidang tersebut,” ujarnya.
Untuk meyakinkan korban, pelaku memajang berbagai sertifikat di kliniknya. Tampilan tersebut memberikan kesan profesional, sehingga membuat pasien percaya untuk menjalani perawatan.
Padahal, seluruh tindakan medis yang dilakukan tidak memiliki dasar kompetensi.
Dari hasil penyelidikan, klinik tersebut telah beroperasi sejak 2019. Dalam praktiknya, pelaku menawarkan berbagai jenis perawatan dengan tarif yang tidak murah.
“Pelaku juga menawarkan berbagai perawatan dengan tarif bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp16 juta,” jelas Teddy.
Harga yang tinggi itu justru menjadi salah satu faktor yang membuat korban yakin. Mereka mengira layanan tersebut dilakukan oleh tenaga profesional.
Baca Juga: Tarif Belasan Juta Bikin Percaya, Modus Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Terbongkar
Namun kenyataannya, sejumlah korban justru mengalami dampak serius.
Hingga saat ini, polisi telah menerima tiga laporan resmi dari korban yang mengaku mengalami kondisi setelah perawatan.
“Korban yang sudah kami periksa memang mengalami infeksi sesuai laporan yang disampaikan,” ungkap Teddy.
Polisi memastikan bahwa pelaku bukan seorang dokter maupun tenaga kesehatan.
Penjemputan paksa dilakukan setelah pelaku dinilai tidak kooperatif selama proses penyidikan.
“Kami melakukan upaya paksa setelah dua kali pemanggilan tidak dipenuhi oleh yang bersangkutan,” tegas Teddy.
Berita Terkait
-
Tarif Belasan Juta Bikin Percaya, Modus Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Terbongkar
-
Viral Dokter 84 Tahun Ini Naik Mikrolet dan Layani Warga Tak Mampu Bertarif Rp10 Ribu
-
Jangan Panik! Ini Beda Influenza Biasa dan Berbahaya Pada Anak Menurut Dokter
-
STOP! Jangan Brutal ke Jerawatmu, Ini Kata Dokter Soal Skincare Bikin Jerawat Makin Parah
-
Heru Budi Digugat ke PTUN oleh Komunitas B2W Dianggap Malpraktik Tata Kota
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit
-
Benarkah Galon Guna Ulang Memicu Pubertas Dini? Ini Fakta Ilmiahnya