- Tren slow living run kini diminati generasi muda urban di Lapangan Banteng untuk melepas penat rutinitas harian.
- Para pelari kini lebih memprioritaskan kenyamanan, kesehatan, dan interaksi sosial daripada sekadar mengejar target kecepatan kompetitif.
- Dukungan sepatu berteknologi empuk dan suasana taman kota menciptakan gaya hidup lari yang lebih santai serta menyenangkan.
4. Taman Kota Kini Jadi Tempat Nongkrong Baru
Di kota besar, taman kota kini tidak hanya dipakai untuk olahraga. Banyak komunitas running menjadikannya tempat bertemu teman, ngobrol setelah lari, menikmati kopi pagi hingga membuat konten media sosial
Karena itu, suasana easy run terasa lebih santai dan sosial dibanding latihan serius di track.
5. Running Sekarang Lebih Dekat dengan Lifestyle
Fenomena ini menunjukkan bahwa running sekarang sudah berubah menjadi bagian dari lifestyle urban. Orang mulai memperhatikan outfit running, sepatu yang nyaman, suasana lari bahkan vibe komunitas.
Tidak heran kalau banyak runner lebih memilih easy run santai dibanding latihan yang terlalu kompetitif.
Lari Tidak Selalu Harus Cepat
Tren slow living run memperlihatkan satu hal sederhana: olahraga tidak harus selalu melelahkan agar terasa berarti.
Kadang, menikmati langkah santai di taman kota sambil memakai sepatu empuk justru menjadi cara paling menyenangkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Dan melihat semakin ramainya komunitas easy run di berbagai kota, tren ini tampaknya baru saja dimulai.
Baca Juga: Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
Berita Terkait
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Cegah LGBT, Pemprov DKI Diminta Perketat Pengawasan Taman Kota
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Diduga Terserang Virus, Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan