- Tren slow living run kini diminati generasi muda urban di Lapangan Banteng untuk melepas penat rutinitas harian.
- Para pelari kini lebih memprioritaskan kenyamanan, kesehatan, dan interaksi sosial daripada sekadar mengejar target kecepatan kompetitif.
- Dukungan sepatu berteknologi empuk dan suasana taman kota menciptakan gaya hidup lari yang lebih santai serta menyenangkan.
SuaraJakarta.id - Pagi hari di Lapangan Banteng kini terasa berbeda. Di tengah ramainya runner yang memenuhi jogging track, tidak semua orang datang untuk mengejar pace atau latihan keras.
Sebagian justru terlihat berlari santai sambil menikmati udara pagi, mendengarkan musik pelan, atau sekadar menikmati suasana kota yang belum terlalu ramai.
Fenomena ini belakangan dikenal sebagai tren “slow living run” — gaya lari yang lebih santai, minim tekanan, dan fokus menikmati momen.
Menariknya, tren ini semakin ramai di kalangan runner urban, terutama generasi muda yang mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kompetisi.
Lalu, kenapa tren ini makin digemari?
1, Lari Kini Jadi Cara “Kabur” dari Rutinitas
Banyak orang mulai merasa hidup di kota besar terlalu cepat dan melelahkan.
Karena itu, lari santai di taman kota menjadi semacam ruang jeda. Tidak harus cepat, tidak harus jauh, yang penting tubuh bergerak dan pikiran terasa lebih ringan.
Buat sebagian runner, easy run sekarang lebih terasa seperti healing dibanding olahraga berat.
Baca Juga: Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
2. Tidak Semua Orang Ingin Mengejar Pace
Dulu banyak orang merasa dunia running identik dengan pace cepat, race mingguan dan target personal best. Namun sekarang pola pikir itu mulai berubah.
Banyak runner sadar bahwa mereka berlari untuk kesehatan dan konsistensi, bukan untuk terus bersaing dengan orang lain.
Karena itu, lari santai mulai terasa lebih menyenangkan dan minim tekanan.
3. Sepatu Empuk Membuat Easy Run Lebih Nyaman
Tren slow living run juga ikut memengaruhi pilihan sepatu. Sekarang banyak runner lebih memilih sepatu dengan cushion tebal dan karakter empuk dibanding model race yang terlalu agresif.
Brand seperti Ortuseight, League, hingga Hoka mulai sering terlihat dipakai untuk easy run santai. Tujuannya sederhana: membuat langkah terasa lebih nyaman dan rileks.
Berita Terkait
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Sepatu Lari untuk 'Easy Run': 5 Merek yang Bikin Lari Santai Terasa Lebih Menyenangkan
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Cegah LGBT, Pemprov DKI Diminta Perketat Pengawasan Taman Kota
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles