- Asosiasi Petani Tembakau Indonesia menolak rencana pembatasan kadar nikotin dan tar karena mengancam penghidupan petani.
- Sekretaris Jenderal APTI Muhdi meminta Presiden Prabowo Subianto melindungi mata pencaharian petani dari dampak regulasi tersebut.
- Petani asal Jawa Timur M Yasid mendesak pemerintah melibatkan mereka langsung dalam pembahasan peraturan terkait.
"Jawa Timur adalah sentra tembakau yang memenuhi kebutuhan nasional dengan luas lahan setiap tahun rata-rata antara 120.000 sampai 150.000 hektare, dengan jumlah petani sekitar satu juta orang. Pembatasan kadar nikotin dan tar ini menjadi ancaman nyata bagi petani di Jawa Timur," kata Yasid.
Ia menambahkan, petani tembakau di Jawa Timur selama ini membudidayakan berbagai varietas lokal yang memiliki karakteristik kadar nikotin berbeda. Karena itu, menurutnya, penerapan ambang batas yang terlalu rendah berpotensi memengaruhi keberlangsungan varietas yang telah lama dibudidayakan.
"Makanya kami datang jauh-jauh dari Jawa Timur menuntut kepada Kemenko PMK untuk mencabut dan membatalkan rancangan aturan itu. Kami bukan anti terhadap regulasi. Kami mendukung setiap kebijakan pemerintah selama aturannya adil dan setara," ujarnya.
Yasid meminta pemerintah melibatkan perwakilan petani secara langsung dan terbuka dalam setiap pembahasan regulasi terkait produk tembakau. Ia menilai keterlibatan petani diperlukan agar kebijakan yang disusun mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.
"Kemenko PMK berjanji bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan-pembahasan berkelanjutan. Namun demikian, kami dari perwakilan petani meminta dilibatkan secara langsung dan terbuka dalam pembahasan itu," katanya.
APTI berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi terhadap petani sebelum menetapkan kebijakan mengenai kadar nikotin dan tar. Mereka juga meminta adanya masa transisi dan kajian yang komprehensif agar perubahan regulasi tidak berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha petani tembakau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Viral Alphard Terobos Lampu Merah, Polisi Bongkar Pelat Palsu dan Langsung Tilang Pengemudi
-
Tidar Jakarta Barat: Pelantikan Sudaryono Momentum Pembenahan Sistem MBG
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi dan Pentas Seni untuk Peringati Hari Anak Nasional