SuaraJakarta.id - Trauma mendalam dirasakan anak-anak korban penggusuran untuk pembangunan proyek ruas jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran atau Jakarta Outer Ring Road 2 (Tol JORR 2) di Kampung Baru, Kecamatan Benda, Tangerang.
Meski tak terlihat ada raut kesedihan, namun dalam sanubari bocah-bocah malang itu tersimpan rasa takut akan kejadian yang menimpa mereka pada, Selasa (1/9/2020) lalu.
"Takut saya, trauma om. Banyak polisi, tentara," kata Ahmad Oktriansyah SuaraJakarta.id saat ditemui di lokasi, Kamis (3/9/2020).
![Anak-anak korban terdampak Tol JORR 2 di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, tengah mengais sisa puing penggusuran rumah mereka, Kamis (3/9/2020). [Suara.com/Irfan Maulana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/03/46734-bocah-korban-penggusuran-tol-jorr-2.jpg)
Pantauan SuaraJakarta.id, Ahmad dan teman-temannya kekinian tengah mengais sisa-sisa puing dari rumah mereka yang telah hancur oleh alat berat dari KemenPUPR, untuk mencari barang yang sekiranya bisa dijual kembali. Diantaranya seperti kerangka besi.
Baca Juga:Bayi Baru Lahir Ditemukan di Semak-Semak, Diduga Ibu Bayi Warga Setempat
"Lumayan om, tapi gak tau harganya berapa. Saya kumpulin dulu," tutur Ahmad yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 6 ini.
Hal senada juga disampaikan Muhammad Nur Maulana. Ia mengaku hasil penjualan dari mengais puing-puing di sekitaran lokasi penggusuran digunakan untuk jajan.
"Buat dijual, duitnya buat jajan om," ujarnya.
![Petugas kepolisian dan warga saling dorong saat eksekusi lahan untuk pembangunan tol JORR 2 di Benda, Kota Tangerang, Banten, Selasa (1/9/2020). [ANTARA FOTO/Fauzan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/01/29138-penggusuran-lahan-tol-jorr.jpg)
Di samping buat kebutuhan pribadi, Nur mengatakan hasil penjualan tersebut sebagian diberikan kepada orang tua.
Sebab, sang ayah kekinian tak memiliki pemasukan karena sedang tidak bekerja.
Baca Juga:Rumah Digusur Proyek Tol Bandara, Guru Selamatkan HP untuk Ngajar Online
"Saya kasih ayah juga karena ayah kan lagi gak jualan. Buat beli makan," ungkap bocah kelas 3 SD ini.
- 1
- 2