Waspada! Klaster Keluarga Paling Banyak Terjadi di Bekasi

Setelah Bekasi ada Depok dan juga di daerah lain seperti Yogyakarta, Semarang hingga Malang

Bangun Santoso | Ummi Hadyah Saleh
Selasa, 08 September 2020 | 05:34 WIB
Waspada! Klaster Keluarga Paling Banyak Terjadi di Bekasi
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

SuaraJakarta.id - Analis dan Penulis @pandemitalks Firdza Radiany mengatakan banyak penyebaran kasus Covid-19 di klaster keluarga. Ia menyebut berdasarkan catatan yang dihimpun @pandemitalks dari media massa, klaster keluarga banyak terjadi di wilayah Depok dan Bekasi.

Terbanyak terjadi di Bekasi yakni dengan 155 klaster keluarga dan 437 kasus.

"Dari media ya ternyata kemunculan keluarga ini cukup banyak dan cukup signifikan ini baru terdeteksi ya jadinya di Bogor itu ada 48 keluarga dengan 189 kasus. Yang paling parah di Bekasi 155 keluarga dan ada 437 kasus," ujar Firdza dalam diskusi Transmisi Covid-19 mulai ancam unit sosial terkecil, Klaster Keluarga bermunculan dari siaran Youtube BNPB, Senin (7/9/2020).

Tak hanya itu, klaster keluarga juga terjadi di wilayah lain yakni di Provinsi Yogyakarta ada sembilan klaster keluarga dan 13 kasus, Semarang, Jawa Tengah 8 klaster dan 10 kasus, Malang, Jawa Timur ada 10 klaster keluarga dan 35 kasus.

Baca Juga:Gabungan Protokol Kesehatan di Buleleng Dapatkan 17 Pelanggar

Sehingga pihaknya menyimpulkan klaster keluarga terjadi ketika ada salah satu keluarga yang biasanya beraktivitas di luar dan menularkan keluarga yang berada di dalam rumah.

"Kami menyimpulkan bahwa keluarga itu terjadi ketika salah satu anggota keluarga yang biasanya beraktivitas di luar rumah terkena virus dan anggota keluarga lainnya terkena, sehingga dalam rumah tersebut seluruh anggotanya itu terkena Covid-19," tutur dia.

Kemudian faktor karakter sosial bangsa Indonesia yakni silaturahim atau berkunjung ke rumah antar warga juga mempercepat penyebaran klaster keluarga.

Bahkan beberapa warga menolak mengikuti tes swab karena ada anggapan negatif.

"Yang paling bahaya lagi adalah dengan karakter sosial bangsa yang suka silaturahum berkunjung ke rumah antar warga ini mempercepat penularan klaster keluarga. Hal ini diperburuk lagi karena beberapa warga itu menolak untuk tes swab karena stigma dijauhi oleh oleh warga lingkungan dan seterusnya," katanya menambahkan.

Baca Juga:Latihan Bersama Persija, Simic: Saya Butuh Waktu untuk Kembalikan Kondisi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak