alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Penemuan Bayi Cantik yang Dibuang ke Tumpukan Sampah

Rizki Nurmansyah Senin, 14 September 2020 | 21:05 WIB

Kronologi Penemuan Bayi Cantik yang Dibuang ke Tumpukan Sampah
Ilustrasi bayi. [Shutterstock]

Diduga bayi tersebut masih berusia sekitar lima hari.

SuaraJakarta.id - Kapolsek Warungkondang Kompol Surachman membeberkan kronologi penemuan bayi cantik di Kabupaten Cianjur pada, Senin (14/9/2020) pagi.

Bayi cantik itu ditemukan dalam keadaan hidup di tumpukan sampah di Kampung Pakaian, Kecamatan Gekbron, Cianjur, Jawa Barat.

Diduga bayi tersebut masih berusia sekitar lima hari.

Penemuan bayi cantik itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah beraktivitas tak jauh dari tumpukan sampah.

Baca Juga: Ya Allah! Bayi Cantik Dibuang ke Tumpukan Sampah, Ini Ciri-Cirinya

Saat ditemukan, bayi tersebut memakai baju warna putih motif garis coklat dan celana panjang putih serta dibungkus kain pernel warna putih.

"Ditemukan tergeletak bersama tumpukan sampah oleh seorang warga sekitar pukul 07.20 WIB, yang awalnya mendengar tangisan bayi," kata Kapolsek Warungkondang Kompol Surachman.

"Ciri-ciri bayi memiliki berat sekitar 3,2 kilogram dan tinggi 48 centimeter," lanjutnya dikutip dari Sukabumi Update—jaringan Suara.com—Senin (14/9/2020).

Surachman mengungkapkan, setelah mendapat laporan warga, jajarannya langsung mendatangi lokasi penemuan bayi itu dan melakukan evakuasi.

Bayi cantik yang ditemukan di tumpukan sampah di Kampung Pakaian, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Senin (14/9/2020). [Ist]
Bayi cantik yang ditemukan di tumpukan sampah di Kampung Pakaian, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Senin (14/9/2020). [Ist]

Kekinian pihak kepolisian masih mendalami terkait penemuan bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya itu.

Baca Juga: Warga yang Mau Masuk Wilayah Cianjur Diperiksa, Wajib Surat Sehat!

"Saat ini bayi perempuan tersebut telah dievakuasi di Puskesmas Gekbrong untuk dilakukan observasi dan perawatan oleh petugas medis," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait