facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tokoh 212 Yakin Penusukan Syekh Ali Jaber Pembunuhan Berencana

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari Selasa, 15 September 2020 | 12:43 WIB

Tokoh 212 Yakin Penusukan Syekh Ali Jaber Pembunuhan Berencana
Syekh Ali Jaber (Antara)

Bahkan aksi penusukan Syekh Ali Jaber sudah menjurus ke rasis lantaran mengincar ulama keturunan Timur Tengah.

SuaraJakarta.id - Tokoh Alumni 212 yakin jika kejadian penusukan Syekh Ali Jaber adalah pembunuhan berencana. Bahkan ini dilakukan dengan rencana sedemikian rupa.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin. Aksi penusukan Syekh Ali Jaber sudah tersistem.

Bahkan aksi penusukan Syekh Ali Jaber sudah menjurus ke rasis lantaran mengincar ulama keturunan Timur Tengah.

"Saya melihat atas kejadian penusukan Syekh Ali jaber Ini sudah rangkaian percobaan pembunuhan ulama atau penyerangan ulama yang sudah tersistem," kata Novel saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: Fadli Zon: Kok Sudah Ada Kesimpulan Halusinasi, Jelas Pembunuhan Berencana

Ia justru mencurigai adanya campur tangan pensiunan jenderal yang menurutnya tidak menyukai ulama.

"Modusnya sekarang kepada ulama keturunan Timur Tengah dan ini sudah menjurus kepada rasis dan fasis karena memang ada jenderal pensiunan sebagai penjilat Istana sangat tidak suka terhadap ulama keturunan Timur Tengah khususnya dan ulama umumnya," tambah ia.

Syekh Ali Jaber ditusuk
Syekh Ali Jaber ditusuk

Novel mengamini kalau pensiunan jenderal yang dimaksud itu memanfaatkan pemuda-pemuda polos untuk melancarkan aksi terornya.

Modusnya pun serupa ketika sudah ditangkap maka akan dinyatakan sebagai pengidap gangguan jiwa supaya penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dihentikan.

"Iya benar dan buntut buntutnya si pelaku dinyatakan gila agar berhenti pengusutan terhadap rantai keterkaitan otak atau aktor utamanya," ucapnya.

Baca Juga: Syeikh Ali Jaber Ditusuk, Novel Sindir Pensiunan Jenderal Benci Ulama

Meski begitu, ia tetap meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut secara profesional tanpa terburu-buru menyumpulkan pelaku gangguan jiwa.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait