Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketua KPU Arief Budiman COVID-19, 6 Hari Lalu ke Serpong, Wali Kota Panik

Bimo Aria Fundrika Jum'at, 18 September 2020 | 19:32 WIB

Ketua KPU Arief Budiman COVID-19, 6 Hari Lalu ke Serpong, Wali Kota Panik
Airin Rachmi Diany. (Suara.com/Ria Rizki)

Airin terkejut dan panik, lantaran Ketua KPU RI itu pernah menyambangi wilayahnya dalam kegiatan simulasi pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Sabtu lalu.

SuaraJakarta.id - Kabar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman positif Covid-19 mengejutkan banyak pihak. Salah satunya, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Airin terkejut dan panik, lantaran Ketua KPU RI itu pernah menyambangi wilayahnya dalam kegiatan simulasi pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Sabtu (12/9/2020).

"Ha? Yang kemarin ke Cilenggang? Serius? Terus dia kenanya bener enggak di Cilenggang? Tapi belum tentu juga di Cilenggang," katanya panik, saat ditemui di depan Balai Pemkot Tangsel, Jumat (18/9/2020).

Diketahui, Ketua KPU RI Arief Budiman sempat menghadiri kegiatan simulasi pemungutan suara Pilkada di Cilenggang, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (12/9/2020).

Ketua KPU Arief Budiman. (Suara.com/Bagaskara)
Ketua KPU Arief Budiman. (Suara.com/Bagaskara)

Dalam simulasi tersebut, selain Arief, juga dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI Abhan, Kapolresta Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan, Ketua KPU Kota Tangsel Bambang Dwitoro, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Arief ikut melakukan simulasi pencoblosan dengan segala protokol kesehatan Covid-19. Mulai dari memakai masker, cek suhu tubuh, menggunakan sarung tangan, jaga jarak antar bilik, hingga pemakaian tinta dengan cara dioles.

Airin panik, lantaran kondisi di KPU Kota Tangsel saat ini pun sudah terpapar Covid-19.

Hal itu, setelah adanya satu Komisioner Divisi Teknis Achmad Mujahid Zein yang diketahui positif Covid-19 dari hasil swab yang diketahui sekira Rabu (16/9/2020) sore.

"Mengingatkan betul jangan sampai terjadi klaster baru akibat dari Pilkada, klaster Pilkada," tegasnya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait