facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Fakta Anies Bawa Nama Luhut Perpanjang PSBB Total Jakarta 14 Hari

Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih Jum'at, 25 September 2020 | 07:05 WIB

5 Fakta Anies Bawa Nama Luhut Perpanjang PSBB Total Jakarta 14 Hari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/9/2020). [Suara.com/Fakhir Fuadi Muflih]

Perpanjangan PSBB ini disebabkan jumlah penularan virus corona covid-19 di ibu kota terus meningkat.

3. Kasus melandai, Bodetabek meningkat

Kendaraan melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/8).  [Suara.com/Oke Atmaja]
Kendaraan melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (14/8). [Suara.com/Oke Atmaja]

Anies menuding penambahan kasus COVID-19 di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi meningkat. Sementara di Jakarta melandai.

Anies mengkaim itu dari laporan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengenai perkembangan kasus corona di Jakarta.

Luhut, kata Anies, menyebut penularan corona di ibu kota sudah melandai.

Baca Juga: Perpanjangan PSBB Jakarta oleh Anies, Disetujui Luhut

Kendati demikian, berdasarkan laporan Luhut itu, Anies menyebut kasus corona di daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) malah mengalami peningkatan. Karena itu, ia memutuskan untuk memperpanjang PSBB sampai 11 Oktober mendatang.

4. Tak bisa selesaikan sendirian

Kereta Api Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Senin (3/4).
Kereta Api Rel Listrik (KRL) Jabodetabek di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Senin (3/4).

Menurut Anies, penyelesaian kasus corona di Jakarta tak bisa diselesaikan Pemprov DKI sendirian.

Menurutnya perlu penyesuaian kebijakan antar tiap wilayah.

"Sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu," jelas Anies.

Baca Juga: Pakai Data Luhut, Anies Tuding Kasus Corona Bodetabek Meningkat

Anies menjelaskan, tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta terjadi karena berkurangnya mobilitas warga saat dilakukan pengetatan PSBB.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait