Tak Bisa Beli Kuota, Rizki Belajar Online di Kantor Kecamatan Serpong

Setiap harinya, Rizki belajar online satu mata pelajaran.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 05 Oktober 2020 | 20:22 WIB
Tak Bisa Beli Kuota, Rizki Belajar Online di Kantor Kecamatan Serpong
Muhamad Rizki (Suara.com/Wivy)

Ayahnya, sudah meninggal sekira dua bulan lalu. Sedangkan ibunya, hanya berjualan mie rebus dan kopi dekat runahnya di Kampung Jaletreng, Serpong.

Awal pembelajaran online, Rizki mengaku kesulitan lantaran handphone yang ia miliki tidak memadai digunakan belajar online.

"Karena suka ketinggalan ikut belajar online. Ibu akhirnya pinjam uang ke bank keliling Rp200 ribu buat nambahani beli handphone. Yang lama dijual Rp 200 ribu. Ditambah sama uang santunan, alhamdulilla bisa beli handphone Xiaomi bekas. Terpenting bisa ikut belajar," beber Rizki.

Pelajar yang hobi bermain futsal itu menuturkan, dirinya sudah pernah mendapat bantuan kuota dari sekolah berupa kartu perdana 10 GB.

Baca Juga:Pembelajaran Online dan Persoalan Kuota Internet

"Iya, cuma sekali. Kalau enggak salah bulan September. Sekarang udah habis, enggak dipake lagi. Mau isi kuotanya juga mahal, enggak ada duit," ungkapnya.

Kalau pun bisa beli kuota sendiri, Rizki mengandalkan paket kuota Tri Rp 10 ribu, dapat 6 GB dan bisa dipakai tiha hari.

"Sebulan paling sekali beli kuotanya. Itu juga kalo ibu lagi ada duit atau dikasih sama teteh," kata Rizki.

Setiap harinya, Rizki belajar online satu mata pelajaran.

Biasanya, bisa 3-3,5 jam. Dia berharap, aktivitas belajar di sekolah segera normal kembali.

Baca Juga:Subsidi Kuota Data Internet dan Efektivitas Pembelajaran di Masa Pandemi

"Jadi nggak perlu belajar di kantor kecamatan lagi. Enakan belajar di sekolah, enggak ribet belajar online. Belajar juga bisa efektif kalau di sekolah," pungkasanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak