Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi

KNKT selidiki tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi. Data dari *event recorder* dan sistem kereta akan jadi kunci mengungkap penyebab kecelakaan, termasuk soal dugaan rem.

Tasmalinda
Selasa, 28 April 2026 | 21:55 WIB
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Petugas berupaya mengevakuasi penumpang yang masih terjebak dalam gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek [ANTARA]
Baca 10 detik
  • KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 pukul 20.52 WIB.
  • Insiden tersebut mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka-luka dan memicu proses evakuasi segera di lokasi kejadian.
  • KNKT sedang menyelidiki penyebab kecelakaan melalui data teknis seperti event recorder, persinyalan, dan sistem pengereman kereta.

SuaraJakarta.id - Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih dalam investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Salah satu hal yang menjadi sorotan publik adalah dugaan keterlambatan pengereman, yang kebenarannya masih menunggu hasil analisis data perjalanan kereta.

Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan telah mengerahkan tim investigasi ke lokasi untuk mengumpulkan fakta dan data lapangan sejak malam kejadian.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.52 WIB itu melukai puluhan penumpang lainnya berdasarkan data awal yang masih terus diperbarui. Evakuasi dilakukan dengan memotong badan gerbong untuk menyelamatkan korban yang masih terjepit.

Di tengah sorotan publik, istilah “black box” kereta api ramai dibicarakan. Banyak yang bertanya-tanya apakah kereta api memiliki alat seperti pesawat untuk merekam semua kejadian sebelum kecelakaan.

Baca Juga:6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah

Apa Itu ‘Black Box’ Kereta Api?

Berbeda dengan pesawat, kereta api umumnya tidak memiliki satu perangkat bernama “black box”. Namun, kereta modern memiliki beberapa teknologi perekam data yang hampir memiliki fungsi serupa.

Beberapa perangkat yang biasa digunakan antara lain:

1. Event Recorder

Perangkat ini merekam data operasional perjalanan kereta, seperti kecepatan kereta, kapan rem digunakan, tekanan rem, posisi throttle atau tenaga, penggunaan klakson, hingga perintah teknis dari masinis.

Baca Juga:Pemudik Berangkat dari Stasiun Gambir Meningkat pada H-4 Lebaran 2025

Dari alat ini, investigator bisa mengetahui apakah masinis sempat menarik rem darurat sebelum tabrakan.

2. Train Control Monitoring System (TCMS)

Sistem ini memantau kondisi teknis rangkaian secara real-time, termasuk gangguan pengereman, gangguan mesin, gangguan kelistrikan, hingga anomali teknis lain.

3. CCTV Kabin Masinis

Jika tersedia, CCTV dapat menunjukkan kondisi di dalam kabin beberapa detik sebelum tabrakan yakni apakah masinis sadar, apakah ada kepanikan, atau apakah ada distraksi.

4. Data Persinyalan dan Komunikasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak