Kesaksian Opang TKP Kecelakaan Maut Jalur Puncak: Ada yang Kegencet Mobil

"Darah juga pokoknya banyak di sini, ngeri pokoknya lihatnya," kata Gusdur.

M Nurhadi
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 19:07 WIB
Kesaksian Opang TKP Kecelakaan Maut Jalur Puncak: Ada yang Kegencet Mobil
Sisa barang-barang milik korban di TKP kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020) pukul 00.30 dini hari tadi. (Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi).

"Darah juga pokoknya banyak di sini, ngeri pokoknya lihatnya," ungkapnya lagi.

Kawan seprofesi dengan Gusdur, Hasan juga menuturkan hal sama. Ia juga mengatakan, saat itu kondisi Jalan Raya Puncak Bogor sempat mengalami kemacetan yang cukup panjang.

"Soalnya batu split itu tumpah ke badan jalan, yang membuat kemacetan terjadi," ucapnya.

Evakuasi korban sendiri baru selesai sekira pukul 03.00 WIB karena keadaan korban yang meninggal ada yang tertimpa mobil dan terjebak dalam mobil.

Baca Juga:Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Jalur Puncak, 5 Remaja Tewas

Hal itu membuat anggota kepolisian dan warga di lokasi kesulitan untuk melakukan evakuasi.

"Evakuasi korban selesai itu jam 3 dini hari, soalnya ada yang kejepit mobil dan tertimpa juga, kalau mobil dan motor selesai dievakuasi jam 6 pagi tadi," tukasnya.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fitra Zuanda mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi pada pukul 00.30 dini hari tadi, menyebabkan lima orang meninggal dunia.

"Truk bergerak ke lajur kanan dan menabrak tiga kendaraan sepeda motor dan satu mobil, motor Honda Vario nomor polisi A-3220-ZV yang dikendarai oleh SA (19) merupakan mahasiswa, dengan penumpang NSA (19) yang juga mahasiswa asal Tangerang," ungkapnya pada Suara.com.

Para korban antara lain C (18) seorang pelajar dan mahasiswa asal Tangerang berinisial DWY (21) yang mengendarai sepeda motor merk Yamaha N-max nomor polisi A-2425-VD.

Baca Juga:Kecelakaan Maut di Puncak, Gusdur: Kepala Pecah dan Potongan Tubuh Tercecer

Kemudian sepeda motor Honda Beat nomor polisi B-6871-COT, dikendarai oleh N (17) seorang mahasiswa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak