alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terobos Gerbang Mabes Polri, Mobil Berplat RI 1 Berisi Anggota Ormas

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir Rabu, 25 November 2020 | 19:41 WIB

Terobos Gerbang Mabes Polri, Mobil Berplat RI 1 Berisi Anggota Ormas
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengamankan pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport berplat nomor RI 1. (Ist)

Mobil tersebut merupakan milik seseorang berinisial M yang beralamat tempat tinggal di Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat.

SuaraJakarta.id - Pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport berplat nomor RI 1 mencoba menerobos masuk ke dalam Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020) siang. Kekinian pengemudi dan mobil plat RI 1 itu masih diamankan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan (Kasatpatwal) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono mengatakan para pelaku mengatasnamakan diri dari organisasi masyarakat Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia atau KPORI. Dalih mereka menerobos masuk ke Mabes Polri sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Informasi awal bahwa tujuan pemilik memaksa masuk ke Mabes Polri adalah untuk menyampaikan aspirasi mengatasnamakan ormas KPORI yang menyatakan ketidakpuasan kinerja pemerintah dan Presiden RI," kata Argo kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Menurut Argo, berdasar hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa mobil tersebut merupakan milik seseorang berinisial M yang beralamat tempat tinggal di Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat. Kendaraan tersebut memiliki nomor polisi asli DD 577 PT.

Baca Juga: Terobos Gerbang Mabes Polri, Mobil Berplat RI 1 Diamankan Polisi

Pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport berplat nomor RI 1 mencoba menerobos Mabes Polri. (Ist)
Pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport berplat nomor RI 1 mencoba menerobos Mabes Polri. (Ist)

"Pengemudi maupun pemilik kendaraan sedang dilakukan pendalaman di Subdit Gakkum untuk mengetahui modus operandinya," ujar Argo.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 280 Juncto Pasal 68 Ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Mereka diancam dengan sanksi denda sebesar Rp500 ribu lantaran menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu.

"Kendaraan sementara diamankan di Subdit Gakkum karena menggunakan identitas palsu," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait