alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aksi 1812, Arteria PDIP: Bukan Dibubarkan, Tapi Diminta Polisi Tak Demo

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah Jum'at, 18 Desember 2020 | 15:57 WIB

Aksi 1812, Arteria PDIP: Bukan Dibubarkan, Tapi Diminta Polisi Tak Demo
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan. [Suara.com/Wahyu K]

"Jadi tidak dibubarkan. Diminta untuk tidak berunjuk rasa. Tidak ada pembubaran tapi diminta untuk tidak berunjuk rasa..."

SuaraJakarta.id - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan menilai jika aksi aparat kepada peserta aksi 1812 yang menuntut agar Habib Rizieq dibebaskan bukan merupakan tindakan pembubaran melainkan penertiban. Sebab, menurutnya, unjuk rasa itu tak mengantongi izin dari kepolisian. 

Arteria juga menganggap jika tindakan polisi sudah tepat. Pasalnya, kata dia, polisi sudah mengingatkan agar tidak ada warga yang berujuk rasa di masa pandemi Corona. 

"Jadi tidak dibubarkan. Diminta untuk tidak berunjuk rasa. Tidak ada pembubaran tapi diminta untuk tidak berunjuk rasa. Sudah tepat langkah Kepolisian Polda Metro," kata Arteria dihubungi Suara.com, Jumat (18/12/2020).

Arteria menegaskan bahwa selama unjuk rasa mengantongi izin hal tersebut pastinya diperbolehkan karena dijamin konstitusi. Namun berbeda hal dengan unjuk rasa yang tidak memiliki izin, semisal pada aksi 1812 hari ini.

Baca Juga: Mau Ikut Aksi 1812, Santri Asal Pandeglang Bawa Celurit Diciduk Polisi

"Jadi kalau bahasanya pembubaran seolah-olah sudah mendapat izin (lalu) dibubarkan. Ini kan hanya upaya penegakan hukum terkait aksi-aksi yang tidak berizin. Karena mereka tidak berizin dilakukan upaya penertiban penegakan hukum dalam konteks cipta Kamtibnas," ujar Arteria.

Langsung Dibubarkan 

Polisi langsung membubarkan massa yang baru memulai demonstrasi di kawasan Patung Kuda. Saat dibubarkan, massa pendukung Rizieq itu sempat mencoba bertahan sambil memekikkan takbir serta tahlil.

Pantauan Suara.com di lokasi, massa awalnya berdatangan ke area Patung Kuda sekitar pukul 13.20 WIB. Aparat kepolisian yang berjaga langsung merespons massa yang datang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto melalui pelantang suara mengimbau massa segera membubarkan diri. Namun massa masih memilih bertahan.

Baca Juga: Kocar-kacir Dipukul Mundur Polisi, Pendukung Rizieq Bertahan di Abdul Muis

Sejumlah personel laskar FPI tampak membuat barikade melindungi massa dan satu mobil komando.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait