alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Yusuf Mansur: Syekh Ali Jaber Guru yang Tak Mau Dianggap Guru

Rizki Nurmansyah Kamis, 14 Januari 2021 | 18:11 WIB

Ustaz Yusuf Mansur: Syekh Ali Jaber Guru yang Tak Mau Dianggap Guru
Ustaz Yusuf Mansur di Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Kamis (14/1/2021) sore. [Suara.com/Hairul Alwan]

"Syekh Ali biar ada di tengah-tengah anak-anak yang menghafalkan Quran, karena dia cinta Quran, pungkas Yusuf Mansur.

SuaraJakarta.id - Jenazah Syekh Ali Jaber telah dimakamkan di Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Kamis (14/1/2021) sore.

Alasan pemakaman Syekh Ali Jaber di pesantren milik keluarga Ustaz Yusuf Mansur itu karena permintaan pihak keluarga almarhum.

Yusuf Mansur mengungkapkan, dirinya merasa mendapat kehormatan karena pihak keluarga memilih Ponpes Daarul Quran sebagai tempat peristirahatan terakhir Syekh Ali Jaber.

“Hari ini kehormatan dan kemuliaan dari Allah, Syekh Muhammad dan keluarga memilih Daarul Quran sebagai makam terakhirnya Syekh Ali,” ujarnya di lokasi, Kamis (14/1).

Baca Juga: Terapkan Prokes, Jamaah di Pemakaman Jenazah Syekh Ali Jaber Dibatasi

Jasad Syekh Ali Jaber diturunkan ke liang lahad makam di Pesantren Tahfizh Daarul Quran di Jalan Ketapang Raya, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Tangerang.
Jasad Syekh Ali Jaber diturunkan ke liang lahad makam di Pesantren Tahfizh Daarul Quran di Jalan Ketapang Raya, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Tangerang.

Ustaz Yusuf Mansur menyebut sosok almarhum ulama kondang kelahiran Madinah, Arab Saudi, itu sebagai pribadi yang tawadhu.

“Dan saya Alhamdulillah saya masih punya guru, seperti Syekh Ali dan Syekh Muhammad. Guru yang tak mau dianggap guru,” tuturnya.

“Saya langsung belajar ngaji sama beliau, setoran beberapa ayat Quran dengan beliau waktu itu. Dan bahu-membahu membangun Daarul Quran.”

“Sampai kemudian Syekh Ali, dengan izin Allah, diluaskan dakwahnya ke seluruh Tanah Air dan punya yayasan Ali Jaber yang harus kita jaga kita rawat sepeninggal beliau,” sambung Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan alasan pemakaman Syekh Ali Jaber tak dilakukan di Madinah, sebagaimana keinginan sebelumnya dari almarhum.

Baca Juga: Nisan Syekh Ali Jaber Dibuat Kaligrafer Bersanad Hingga ke Juru Tulis Nabi

Menurutnya, hal ini lantaran situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

“Karena beliau sudah tidak bisa diajak ngomong lagi kan, kalau enggak ada covid-19, rasanya akan diterbangkan kembali (ke Madinah). Tapi kan Covid, di sana kan susah.

“Sebaik-baik pemakaman kan di Baqi (Madinah) atau Ma’la (Mekah), di Mekah atau Madinah, tapi situasi sekarang seperti ini.”

“Dan kenapa juga di sini? Di sini penghafal Quran banyak, kurang lebih ada 2 ribuan santri di Daarul Quran. Di sini kan pesantren Quran, Syekh Ali biar ada di tengah-tengah anak-anak yang menghafalkan Quran, karena dia cinta Quran,” pungkas Yusuf Mansur dengan suara terbata-bata menahan tangis.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia hari ini, Kamis (14/1/2021) di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Sebelum meninggal, pendakwah yang akan berusia 45 tahun pada 3 Februari 2021 ini sempat dirawat karena Covid-19 selama 19 hari.

Namun rumah sakit memastikan, Syekh Ali Jaber meninggal dunia setelah dinyatakan negatif dari Covid-19.

Kontributor : Hairul Alwan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait