Temuan Tempurung Kepala Manusia di Pantai Kis, Diduga Korban Sriwijaya Air

Warga sekaligus Pengurus Pantai Kis Tangerang, Mamat mengaku tidak kaget.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 20 Januari 2021 | 13:51 WIB
Temuan Tempurung Kepala Manusia di Pantai Kis, Diduga Korban Sriwijaya Air
Angga Satria (8) menunjukkan lokasi penemuan tempurung kepala manusia di sekitar Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

SuaraJakarta.id - Warga sekitar Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mendadak dihebohkan dengan penemuan potongan tempurung kepala manusia.

Potongan tubuh itu diduga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh, Sabtu (9/1/2021) lalu.

Warga sekaligus Pengurus Pantai Kis Tangerang, Mamat mengaku tidak kaget. Menurutnya itu hal biasa.

"Gak begitu kaget, namanya saya biasa di pantai (Kis). Jadi enggak aneh lah," ujar Mamat saat ditemui di lokasi, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga:Siang, Jokowi Pantau Penyerahan Santunan 2 Korban Sriwijaya Air di JICT

Mamat juga mengaku saat penemuan tempurung kepala manusia tersebut tidak mencium bau apapun.

"Enggak...engga ada (bau-bau mayat)," tuturnya.

Angga Satria (8) menunjukkan lokasi penemuan tempurung kepala manusia di sekitar Pantai KSS, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]
Angga Satria (8) menunjukkan lokasi penemuan tempurung kepala manusia di sekitar Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Mamat menceritakan kronologi penemuan tengkorak kepala manusia tersebut.

Ia mengatakan awalnya yang menemukan keponakannya, Angga Satria (8) di bibir pantai, Selasa (19/1) pukul 13.00 WIB.

Setelah diketahui itu bagian kepala manusia, Mamat bergegas membawa potongan itu untuk dibungkus dengan plastik.

Baca Juga:Update Sriwijaya Air: RS Polri Terima 324 Kantong Mayat, 40 Korban Dikenali

"Awalnya yang temuin keponakan (Angga), sama ponakan dikorek-korek. 'Apa tuh tong? Tau nih pak' semacam bulu binatang lah. 'Ini mah orang' enggak mungkin saya ambil plastik dulu, nanti kebawa ombak lagi. Yang ada disitu aja saya pakai, saya bawa dulu, setelah sampai saya ganti dengan plastik," kata Mamat.

Muhammad Mamat (49) dan keponakannya Angga Satria (8) menemukan tempurung kepala manusia di sekitar Pantai KSS, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, saat ditemui di lokasi, Rabu (20/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]
Muhammad Mamat (49) dan keponakannya Angga Satria (8) menemukan tempurung kepala manusia di sekitar Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, saat ditemui di lokasi, Rabu (20/1/2021). [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Setelah tempurung kepala manusia itu dibungkus, Mamat menginfokan kepada temannya bahwa ia telah menemukan potongan tubuh mayat.

Selanjutkan dilaporkan ke petugas kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.

"Saya bilang ke teman' rek ada onoh kepala, polo aja sih (tempurung) sama rambut. Kata dia laporkan petugas aja. Akhirnya minta tolong teman laporan ke Polsek. Akhirnya Polsek datang ke lokasi sekitar setengah jam," ucapnya.

Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak