"Saya sudah minta ke dokter Suhara (koordinator Rumah Lawan Covid-19) untuk diberikan perhatian ekstra psikologinya untuk Aisyah," tutur Benyamin.
Selain itu, soal surat-menyurat administrasi kependudukan, Ben bakal meminta dinas terkait untuk menuntaskannya.
"Secara kedinasan, nanti Dinas Sosial akan menanganinya. Kalau diperlukan surat-surat misalnya ke pengedalilan atau surat administrasi kelahirannya, pokoknya diurus sama Dinas Sosial dan dinas terkait," pungkas Ben.
Sebelumnya diberitakan, Aisyah menjadi yatim setelah ibunya, Rina Darmakusumah (46) wafat dengan status positif Covid-19, Sabtu (16/1/2021).
Baca Juga:Rajin Salat, Cara Athalla Naufal Ingin Lupakan Aisyah Aqilah
Sementara ayahnya, sudah meninggal lebih dulu beberapa tahun lalu.
![Aisyah Allisa, bocah 10 tahun yang menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19, Tangsel, Selasa (19/1/2021). Dia menjadi yatim piatu lantaran ibunya meninggal terpapar Covid-19, Sabtu (16/1/2021). [Suara.com/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/19/24694-aisyah-alissa-pasien-covid-19-di-rlc-tangsel.jpg)
Aisyah dan ibunya tinggal di aebuah kontrakan di Jalan Bhayangkara blok E 26 No 15, RT 01/18 Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang.
Sehari-hari, almarhum ibunda Aisyah berjualan aneka barang secara online.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga:Alami 7 Gejala, Pesan Penyintas Covid-19: Kurangi Kongkow, Patuhi Prokes