Cerita Pemulung TPA Cipeucang Mengais Rupiah: Lebih Baik daripada Mengemis

"Kita bersyukur, walaupun kerja hina, anak Alhamdulillah ada yang SMA dan SMP," kata Ramita, seorang pemulung di TPA Cipeucang.

Rizki Nurmansyah
Selasa, 06 April 2021 | 08:05 WIB
Cerita Pemulung TPA Cipeucang Mengais Rupiah: Lebih Baik daripada Mengemis
Sejumlah pemulung tengah mengais rezeki di tumpukan sampah TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). [Suara.com/Wivy]

SuaraJakarta.id - Sampah tak melulu jadi masalah. Bagi para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), sampah menjadi pengharapan menghasilkan rupiah.

Ada sekira 100 orang lebih pemulung yang berjibaku memilah sampah di TPA Cipeucang. Dalam sehari, diperkirakan 600-1000 ton sampah menggunung di TPA tersebut.

Diantara tumpukan sampah itu, para pemulung berjibaku mengaduk-aduk dan memilah sampah.

Dengan teliti dan menahan bau busuk sampah, mereka mencari botol plastik hingga besi. Kata Jijik, seolah tak ada lagi dalam kamus kehidupan mereka.

Baca Juga:Viral Nasi Sedekah Dibuang Begitu Saja oleh Pemulung, Warganet Murka

SuaraJakarta.id berkesempatan berbincang langsung dengan mereka. Mereka bercerita suka duka mengais rupiah di tengah tumpukan sampah TPA Cipeucang. Serta sejauh mana mereka terdampak sejak pandemi Covid-19.

Ramita, seorang pemulung berusia 45 tahun, mengaku sudah puluhan tahun mengais rezeki di TPA Cipeucang. Sebelumnya, ia melakukan hal serupa di TPA Budi Darma Jakarta, hingga TPA Bantar Gebang Bekasi.

Ramita mengaku, memilih kerja sebagai pemulung di TPA lantaran susah mencari pekerjaan. Terlebih, dia mengaku, tak memiliki ijazah sekolah formal.

"Mau gimana lagi, cari kerja susah mau ngelamar nggak punya ijazah," katanya mulai bercerita.

Baca Juga:Viral Pemulung Buang Nasi Sedekah, Warganet Marah Lihatnya

Pria asal Indramayu itu mengatakan, dia datang ke TPA Cipeucang sejak 2013 lalu bersama istrinya. Dia sengaja pindah ke TPA Cipeucang Tangsel mencari lahan peruntungan baru, lantaran TPA Bantar Gebang tak lagi menjanjikan bagi dia dan keluarganya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini