SuaraJakarta.id - Aksi heroik dilakukan Mahligai Kencana, warga Jalan Suka Bakti 1, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Ia yang menjabat sebagai Ketua RT setempat, bersama keponakannya, berhasil menggagalkan aksi perampok bersenjata yang menyasar sebuah rumah di wilayah tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/4/2021) siang kemarin. Pelaku percobaan perampokan berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor.
Satu perampok berhasil dibekuk Mahligai cs meski harus bertaruh nyawa lantaran ditembaki pelaku lainnya yang sebelumnya sempat kabur, lalu balik lagi karena mencoba membebaskan seorang rekannya itu.
Mahligai menceritakan, diperkirakan ada lima tembakan yang dilontarkan komplotan perampok bersenjata yang menggunakan jenis senjata airsoft gun. Dua peluru diantaranya menyasar ke Roy Fauzi (30), keponakan Mahligai, dan adik iparnya, Atam Saputra (53).
Baca Juga:Perampokan Pakai Samurai Terekam CCTV Viral, Targetnya Minimarket
"Di ujung jalan sekira 20 meter temannya berhenti nembakin ke arah saya, nembakin lima kali. Keponakan saya kena di bagian tangannya dan adik ipar saya di bagian betis,” papar Mahligai.
"Untuk senjatanya, yang dipakai tiga orang diduga jenis FN. Sedangkan yang saya pegang jenis colt. Airsoft gun atau organik saya nggak tahu tuh," sambungya.
![Foto kolase luka tembak yang diderita dua warga usai menggagalkan aksi kawanan perampok di Jalan Suka Bakti 1, Serua, Ciputat, Kota Tangsel, Kamis (8/4/2021). [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/09/23807-perampokan-di-ciputat-tangsel.jpg)
Sudah Diincar
Komplotan perampok bersenjata itu memang sudah diincar oleh warga setempat. Sebab, aksi mereka bukanlah yang pertama kali dilakukan di wilayah tersebut.
Terhitung sudah tiga kali mereka melakukan aksi perampokan di wilayah yang sama. Diaksi yang ketiga ini mereka berhasil digagalkan warga.
Baca Juga:Polisi Dalami Kasus Pembunuhan dan Perampokan Pensiunan Guru di Aceh
"Pelaku sudah tiga kali melintas ke wilayah kami. Sebulan lalu berhasil merampok di wilayah kami. Karena ketahuannya setelah kejadian. Tetapi kami punya rekaman CCTV, itu jadi ingatan kami,” tutur Mahligai.