Meski begitu Sjairodji, tidak mengetahui makna dari empat tiang penyangga tersebut.
Dirinya menceritakan ada salah satu ulama yang mengetuk pilar itu satu per satu menggunakan tangannya.
Ulama tersebut lantas mendengar suara yang berbeda dari salah satu pilar ketika diketuk.
Dia meyakini, suara yang berbeda tersebut lantaran pilar yang dia ketuk adalah pemberian Sunan Kalijaga.
Baca Juga:Jadwal Sholat dan Buka Puasa Kota Tangerang 23 April 2021
"Yang ini adalah pemberian Sunan Kalijaga," ucap Sjairodji menirukan ucapan ulama tersebut.
Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada arti khusus terkait keberadaan empat pilar itu. Jumlah pilar yang ada pun juga tidak merepresentasikan apa pun.
Namun,ada beberapa ulama menafsikan empat pilar tersebut seperti Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
"Ada yang mengartikan ke situ. Silakan menafsirkan ke situ, tapi pilar ini tidak punya makna," ujarnya.
![Bagian dalam dari Masjid Jami Kalipasir, Kota Tangerang. [SuaraJakarta.id/Muhammad Jehan Nurhakim]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/23/75516-masjid-jami-kalipasir-tangerang.jpg)
Terkait makam-makam yang ada di sekitaran Masjid Jami Kalipasir, tak hanya para ulama yang dimakamkan, tapi juga umara.
Baca Juga:7 Masjid Unik yang Cocok untuk Wisata Religi
Salah satu tokoh Islam yang dimakamkan di sekitar masjid tersebut adalah Hj. Murtapiah. Beliau, kata Sjairodji, merupakan pendiri pesantren perempuan pertama se-Jawa.