Sejarah Jakarta, 5 Kali Ganti Nama Mulai dari Sunda Kelapa

Dari pusat perdagangan di zaman penjajahan Belanda dengan diduduki VOC, kini Jakarta yang tumbuh sebagai kota metropolitan dan Ibu Kota Negara Indonesia.

Pebriansyah Ariefana
Kamis, 27 Mei 2021 | 13:01 WIB
Sejarah Jakarta, 5 Kali Ganti Nama Mulai dari Sunda Kelapa
Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara. Ilustrasi puncak Tugu Monas, Jakarta pada Mei 2018 lalu. [Suara.com]

Batavia (4 Maret 1619-1942)

Pada tahun 1619, ketika Jan Pieterszoon Coen menyerang kerajaan Banten dan menghancurkan Jayakarta melalui kesepakatan De Heeren Zeventien atau Dewan 17 dari VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Nama tersebut berasal dari nama etnis Jermanik yaitu Batavieren yang dianggap sebagai nenek moyang bangsa Belanda serta Jerman.

Belanda melakukan pembangunan kota baru di bagian barat sungai Ciliwung dengan konsep pembangunan kota yang serupa di negara asalnya yang dibangun dalam bentuk blok serta dipisahkan dengan kanal.

Pada zaman tersebut Batavia merupakan pemukiman bagi bangsa Eropa sedangkan bangsa Cina, Jawa, serta penduduk asli lainnya disingkirkan.

Baca Juga:Polisi Tangkap Lagi 11 Simpatisan Rizieq di PN Jaktim, Satu di Antaranya Eks Pengurus FPI

Djajakarta (1942-1945)

Jakarta. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Jakarta. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sejalan dengan kebijakan Nederlandisasi oleh pemerintah Jepang, nama kota ini sengaja diganti dengan bahasa Indonesia atau Jepang, pergantian nama tersebut bertepatan dengan perayaan hari Perang Asia Timur Raya pada 8 Desember 1942 dengan nama lengkap kota itu “Jakarta Tokubetsu Shi”.

Jakarta (1945- Sekarang)

Jepang kalah pada perang dunia kedua, dan Indonesia merdeka. Pada 30 Desember 1949 Mentri Penerangan Republik Indonesia serikat menegaskan nama kota ini adalaha Jakarta.

Kemudian nama Jakarta kembali dikukuhkan pada tahun 22 Juni 1956

Baca Juga:Anak-anak Pendukung Habib Rizieq Ditangkap Polisi Datang dari Bogor dan Depok, Mau Nginap

Semenjak kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 hingga saat ini tercatat 18 gubernur telah mengukir perjalanan di Jakarta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini