alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anies: Pemprov DKI Tak Pernah Menutupi Data Covid-19

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio Minggu, 25 Juli 2021 | 14:02 WIB

Anies: Pemprov DKI Tak Pernah Menutupi Data Covid-19
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau vaksinasi COVID-19 di RS Pengayoman Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (24/7/2021). [Dok. Sudin Kominfotik Jakarta Timur]

"Ini saya garis bawahi, kami di Jakarta tidak pernah menutup data, tidak pernah mengurangi, tidak pernah menambahi...,"

SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak pernah menutupi atau memanipulasi data pandemi Covid 19. Kata dia, data yang ditampilkan oleh Pemprov DKI meskipun tingkat penularan tinggi, maka akan tertulis tinggi, tidak akan dikurangi untuk mendapatkan status zona aman Covid-19.

"Ini saya garis bawahi, kami di Jakarta tidak pernah menutup data, tidak pernah mengurangi, tidak pernah menambahi, bila ada yang meninggal kita laporkan, bila selamat kita laporkan, tidak pernah ditutup-tutupi," kata Anies dalam acara Vaksinasi Kadin dan TNI-Polri di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (25/7/2021).

Dia juga mengklaim bahwa DKI adalah satu-satunya daerah yang mempunyai data kondisi pasien isolasi mandiri di rumah, sehingga terkesan banyak pasie Covid-19 meninggal saat isoman di Jakarta.

"Jakarta mungkin satu-satunya yang punya data isolasi mandiri statusnya seperti apa. Mengapa kita punya? Ini hasil rapat-rapat kita, bahwa Tim Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, itu harus tahu siapa positif, siapa isolasi mandiri di setiap wilayahnya," tegasnya.

Baca Juga: Gubernur Anies: Laju Penularan Covid-19 di Jakarta Terus Menurun

Terkait banyaknya pasien yang meninggal saat isoman, Anies menyebut memang kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta banyak yang penuh dan terbatas, sehingga banyak pasien yang seharusnya dirawat di ICU terpaksa harus isoman lalu nyawanya tidak tertolong.

"Itulah yang kemudian salah satu sebab kontribusi terhadap kasus-kasus mereka yang isolasi tidak bisa terselamatkan, karena seharusnya mereka berada di rumah sakit," ucap Anies.

Sebelumnya, Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 menyebutkan statistik data warga yang meninggal saat isoman dan di luar rumah sakit di Jakarta mencapai 1.215 orang.

Adapun rinciannya yakni di Jakarta Timur mencapai 403 kematian, Jakarta Selatan (289), Jakarta Utara (205), Jakarta Pusat (162) dan Jakarta Barat sebanyak 156 kematian saat isoman.

Data tersebut didapatkan dari gabungan data Lapor COVID-19 dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dicatat mulai 8 Juni 2021.

Baca Juga: Positif Covid-19 Varian Delta, Eddies Adelia Sampai Pakai Popok

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait