alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Raih Emas PON Papua, Pesilat DKI Puspa Arumsari Belum Puas, Kenapa?

Rizki Nurmansyah Senin, 11 Oktober 2021 | 14:05 WIB

Raih Emas PON Papua, Pesilat DKI Puspa Arumsari Belum Puas, Kenapa?
Pesilat putri DKI Jakarta Puspa Arumsari memperagakan jurus saat bertanding pada babak penyisihan Pencak Silat Putri PON Papua di Gor Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (7/10/2021). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Mengevaluasi diri dari latihan-latihan sebelum partai final PON 2021 Pencak Silat.

SuaraJakarta.id - Pesilat DKI Jakarta Puspa Arumsari berhasil merebut medali emas di nomor seni tunggul putri PON XX Papua 2021, Senin (11/10/2021).

Meski begitu, pesilat berusia 28 tahun itu belum puas. Terutama dengan penampilannya yang dirasa masih kurang.

"Kalau dibilang puas, tidak. Untuk penampilan tadi masih kurang dari seperti biasanya," kata Puspa di GOR Toware, Jayapura, Senin (11/10/2021).

Dia mengungkapkan ketidakpuasannya itu terjadi setelah mengukur dan mengevaluasi diri dari latihan-latihan sebelum partai final PON 2021 Pencak Silat.

Baca Juga: PON Papua: Karateka M Ivan Fairuz Sumbang Emas untuk Jawa Barat

"Saya yang bergerak setiap hari jadi tahu di mana kemampuan saya," tandas Puspa.

Kendati demikian, juara dunia 2016 itu mengaku bersyukur atas pencapaiannya dalam pesta olahraga terbesar setanah air ini.

Puspa bertekad akan lebih memaksimalkan penampilannya di atas gelanggang pada masa mendatang agar bisa memberikan yang terbaik kepada DKI Jakarta dan Indonesia di kancah internasional.

Pesilat putri DKI Jakarta Puspa Arumsari (tengah) bersama pesilat putri Jawa Barat Risya Gunawan (kiri) dan pesilat putri Bali Ni Kadek Astini (kanan) memperlihatkan medalinya saat penyerahan medali Pencak silat kategori Seni Tunggal Putri PON Papua di Gor Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]
Pesilat putri DKI Jakarta Puspa Arumsari (tengah) bersama pesilat putri Jawa Barat Risya Gunawan (kiri) dan pesilat putri Bali Ni Kadek Astini (kanan) memperlihatkan medalinya saat penyerahan medali Pencak silat kategori Seni Tunggal Putri PON Papua di Gor Toware, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (11/10/2021). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha]

Kurang maksimalnya penampilan perempuan kelahiran 10 Maret 1993 tersebut tidak lepas dari statusnya sebagai juara dunia, Asian Games dan SEA Games, termasuk juga sebagai peraih medali emas silat PON Jawa Barat 2016.

Pesilat berdarah Sunda ini juga mengaku kurang maksimal tampil di gelanggang karena tingginya tekanan dari penonton yang berada di GOR Toware.

Baca Juga: PON Papua: Lifter Jawa Barat Susi Susanti Pecahkan Rekor Deadlift Asia

Akan tetapi, dia mengaku bisa segera melepaskan tekanan itu sampai akhirnya menjadi yang terbaik setelah mengalahkan pesilat Jawa Barat dan Bali. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait