Pandemi Terkendali, Epidemiolog UI: Risiko Kenaikan Kasus Aktif COVID-19 Masih Tinggi

Peningkatan kasus COVID-19 dikhawatirkan akan terjadi pada saat liburan Hari Natal dan Tahun Baru.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Pandemi Terkendali, Epidemiolog UI: Risiko Kenaikan Kasus Aktif COVID-19 Masih Tinggi
Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 berjalan memasuki bus sekolah untuk menuju Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Menteng, Jakarta, Minggu (20/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, bersedia untuk ditesting dan tidak menyembunyikan status diri apabila terbukti positif COVID-19.

Selanjutnya, untuk pemerintah, dia menyarankan agar memperkuat surveillance pada genom sequencing dan memperkuat sistem karantina yang diberlakukan bagi seluruh pendatang, baik warga negara Indonesia maupun warga asing yang masuk kembali ke Indonesia tanpa adanya diskriminasi negara.

Selain itu, untuk kegiatan vaksinasi, pemerintah harus mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil atau kumuh dan meningkatkan sifat leadership para pemerintah daerah untuk memimpin masyarakat agar bersedia untuk divaksin.

Pandu juga menyarankan agar pemerintah memperketat pintu masuk, memperluas aplikasi verifikasi dan verifikator untuk mendeteksi orang yang diisolasi mandiri, karena masih ditemukan orang yang positif COVID-19 berkerumun di masyarakat.

Baca Juga:9 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul, 7 Dipindah ke RSLKC

Ia mengatakan dengan menerapkan aturan-aturan dengan konsisten dan terkoordinasi dapat mencegah terjadinya lonjakan kasus di Tanah Air.

“Kalau kita menggunakan cara-cara ini dengan konsisten, terkoordinasi dan dievaluasi, kita bisa mencegah lonjakan gelombang ketiga yang sangat tinggi. Kalau lonjakan kecil mungkin terjadi,” ujarnya. [Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini