Kronologi Ledakan di Rumah Orang Tua Aktivis Papua Veronica Koman di Jakarta Barat

Belum bisa mengungkap aktor dibalik aksi teror ledakan di depan rumah orang tua aktivis Veronica Koman tersebut.

Rizki Nurmansyah
Senin, 08 November 2021 | 16:23 WIB
Kronologi Ledakan di Rumah Orang Tua Aktivis Papua Veronica Koman di Jakarta Barat
Ledakan di rumah orang tua Veronica Koman. (Suara.com/Yaumal)

SuaraJakarta.id - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menjelaskan kronologi ledakan di sekitar rumah orang tua aktivis Veronica Koman di kawasan Tanjung Duren.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/11/2021) lalu itu bermula ketika pemilik rumah sedang mencuci mobil di halaman.

"Kemudian selesai mencuci mobil dia dengan pembantunya masuk ke dalam rumah," kata Joko saat dikonfirmasi, Senin (8/11/2021).

Sekitar pukul 11.00 siang, pembantu mendengar suara ledakan persis dari depan rumah orang tua Veronica Koman.

Baca Juga:Ada Kabel dan Baterai dari Benda yang Meledak di Rumah Ortu Veronica Koman

Setelah mendengar ledakan tersebut, pihak rumah langsung menelepon Polres Metro Jakarta Barat dan melaporkan peristiwa tersebut.

Polisi yang datang ke lokasi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat menyambangi rumah korban, polisi mendapati beberapa barang bukti berupa serpihan kertas, plastik dengan bekas cat berwarna merah dan kabel yang diduga berasal dari benda yang meledak.

Lokasi rumah orang tua Veronica Koman dijaga ketat polisi pasca diserang pelaku teror. (Suara.com/Yaumal)
Lokasi rumah orang tua Veronica Koman dijaga ketat polisi pasca diserang pelaku teror. (Suara.com/Yaumal)

Tidak hanya itu, polisi juga sempat memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi rumah guna memperoleh informasi lebih detail.

"Saat ini juga masih berlangsung karena banyak sekali yang harus kita analisa," ujar Joko.

Baca Juga:Pelaku Teror ke Keluarga Veronica Koman Diduga Tulis Pesan Ancaman, Begini Isinya

Joko belum bisa mengungkap aktor dibalik aksi teror ledakan di depan rumah orang tua aktivis Veronica Koman tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini