facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Waspada Varian Omicron, Kadinkes Tangsel: Penularan 5 Kali Lebih Cepat

Rizki Nurmansyah Rabu, 01 Desember 2021 | 14:58 WIB

Waspada Varian Omicron, Kadinkes Tangsel: Penularan 5 Kali Lebih Cepat
Kepala Dinkes Kota Tangerang Selatan dr Allin Hendallin Mahdaniar saat pertemuan di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Senin (1/11/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Varian Omicron juga dapat menginfeksi para penyintas COVID-19 dan menurunkan efikasi vaksin.

SuaraJakarta.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mewaspadai ancaman varian baru Omicron yang diprediksi bakal muncul seiring ancaman lonjakan kasus gelombang ketiga COVID-19.

Kepala Dinkes Tangsel dr Allin Hendallin Mahdaniar bahkan menyebut, varian Omicron lebih ganas dibandingkan varian COVID-19 yang sebelumnya sudah ada.

"Para pakar kesehatan menyebutkan varian Omicron ini lima kali lipat lebih cepat penularannya dari varian Delta. Jadi ya laju penularannya sangat cepat, sama seperti virus COVID-19 lainnya harus membatasi interaksi, kerumunan dan menjalankan prokes dengan ketat," kata Allin kepada SuaraJakarta.id, Rabu (1/12/2021).

Selain itu, Allin menyebut bahwa varian Omicron juga dapat menginfeksi para penyintas COVID-19 dan menurunkan efikasi vaksin. Sehingga, kata Allin, meski sudah memiliki kekebalan tubuh tetap beresiko tertular COVID-19 varian Omicron.

Baca Juga: UMK Tangsel 2022 Naik Rp 50 Ribu, KSPSI Kecewa dan Ancam Mogok Kerja Massal

"Varian omicron ini ternyata bisa re-infeksi. Jadi orang yang pernah COVID-19 bisa kena lagi. Katanya menurunkan efikasi vaksin juga, jadi kemungkinan yang sudah divaksin kena juga," ungkap Allin.

"Penyintas pun dia sudah mendapat kekebalan alami, divaksin dapat tambahan kekebalan lagi. Tapi nyatanya si Omicron ini bisa mereinfeksi. Berarti alangkah kuatnya dia menginfeksi orang, apalagi yang belum divaksin," tambah Allin.

Allin menuturkan, kemunculan varian Omicron ini dianggap menimbulkan perang psikis di masyarakat. Pasalnya, saat ini dengan jumlah kasus yang landai masyarakat seolah mengabaikan protokol kesehatan dan merasa sudah aman.

"Ini yang memang kita saat ini dialami perang psikologis. Satu sisi masyarakat sudah merasa aman, COVID-19 juga landai. Padahal di luar sana ada yang mengancam," tuturnya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Baca Juga: Waspada Virus Covid-19 Omicron Bandara Ngurah Rai Bali Siapkan Fasilitas Khusus

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait