facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

UMK Tangsel 2022 Naik Rp 50 Ribu, KSPSI Kecewa dan Ancam Mogok Kerja Massal

Rizki Nurmansyah Rabu, 01 Desember 2021 | 14:48 WIB

UMK Tangsel 2022 Naik Rp 50 Ribu, KSPSI Kecewa dan Ancam Mogok Kerja Massal
Ilustrasi uang. Kenaikan UMK Tangsel 2022 mencapai besaran Rp 50 ribu.

Kenaikan UMK Tangsel merupakan tertinggi tak hanya di Tangerang Raya, tapi juga di Provinsi Banten.

SuaraJakarta.id - Upah Minimum Kota Kota Tangerang Selatan 2022 (UMK Tangsel 2022) telah ditetapkan naik sebesar 1,17 persen. Jika dihitung kenaikannya setara Rp 50 ribu dibanding UMK Tangsel sebelumnya.

Terkait ini, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Tangsel menyatakan kenaikan tersebut tak sesuai yang diharapkan.

Sebab, kenaikan UMK Tangsel 2022 tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja.

Sekretaris KSPSI Tangsel Vanny Sompie mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim soal UMK 2022 itu.

Baca Juga: KPK Telusuri Aset Milik Sejumlah Pihak Diduga Terkait Korupsi Lahan SMKN 7 Tangsel

Menurutnya, Pemprov Banten mengabaikan usulan dari pihaknya soal jumlah kenaikan upah dan penolakan formula PP 36/2021 yang menjadi acuan kenaikan UMK 2022.

"Penetapan UMK oleh Gubernur tersebut berdasarkan formula PP 36/2021. Artinya Gubernur tidak mengakomodir usulan serikat pekerja/serikat buruh melalui Dewan Pengupahan dan rekomendasi pak Wali Kota Tangsel," kata Vanny, Rabu (1/12/2021).

Vanny juga menganggap Pemprov Banten mengabaikan kesejahteraan pekerja dan buruh.

"Kami sangat-sangat menyayangkan pihak pemerintah mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan pekerja atau buruh. Kami nilai bahwa Gubernur berada dalam tekanan pemerintah pusat," ungkapnya.

"Gubernur selaku pimpinan pemerintahan daerah yang sesungguhnya berkepentingan langsung dengan buruh di daerahnya sendiri, sama sekali tidak berani lakukan diskresi sebagai terobosan untuk menetapkan UMK di luar ketentuan PP 36/2021 yang kami anggap memang sangat tidak patut diberlakukan," sambung Vanny.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Wacanakan Program Subsidi Perumahan Bagi Pekerja

Vanny menambahakan, pihaknya berencana melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk penolakan kenaikan UMK Tangsel 2022 hanya Rp 50 ribu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait