Sementara itu, ketidakpuasan terhadap Anies mencapai 59,6 persen, sisanya tidak tahu/tidak jawab 4,4 persen.
Sejatinya program pembangunan sumur resapan sudah diawali sejak masa Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur.
Pada saat itu, Jokowi menghitung perlu sumur resapan hingga 2 juta titik untuk mengatasi genangan banjir di Ibu Kota.
Janji Anies saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah membangun drainase vertikal, yaitu meresapkan air ke dalam tanah, alih-alih normalisasi atau mengalirkan air ke laut.
Baca Juga:Hasil Survei: Elektabilitas Risma Tertinggi di Bursa Cagub DKI, Unggul Atas Anies dan Riza
"Masalah besar di masa depan adalah kenaikan air laut dan turunnya permukaan tanah, tapi rencana pembangunan tanggul laut tidak pernah disentuh Anies," tutur Alfian.
![Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdasarkan survei Jakarta Research Center (JRC), Rabu (22/12/2021). [Dok. Survei JRC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/12/22/28339-survei-tingkat-kepuasan-publik-terhadap-anies-baswedan.jpg)
Sepanjang tahun ini, kepuasan terhadap Anies selalu berada di bawah 40 persen termasuk rentetan kecelakaan yang dialami TransJakarta.
Baru-baru ini, armada bus TransJakarta juga berturut-turut mengalami kecelakaan. Dirintis pada masa Sutiyoso, pembangunan transportasi publik terus digenjot guna mengatasi kemacetan di Ibu kota.
Berbagai moda dibangun seperti MRT dan LRT, sehingga diperlukan integrasi antar-moda.
"Tantangan Anies sangat berat dengan sisa masa jabatan kurang dari setahun, tidak bisa hanya dengan mengklaim prestasi mendapat puluhan penghargaan," imbuh Alfian.
Baca Juga:Wagub DKI Soroti Banjir Rob Jelang Formula E: Mudah-mudahan saat Pelaksanaannya Tak Banjir
Adapun survei JRC dilakukan pada 10-15 Desember 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error berkisar 3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.