alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Legenda Nian, Asal Usul Imlek Identik Warna Merah

Pebriansyah Ariefana Selasa, 11 Januari 2022 | 13:05 WIB

Legenda Nian, Asal Usul Imlek Identik Warna Merah
Ilustrasi imlek, kata-kata ucapan imlek 2022 (Pixabay)

Nian dilambangkan dengan sesosok binatang buas berbentuk setengah banteng dan berkepala singa.

SuaraJakarta.id - Asal usul Imlek identik warna merah datang dari legenda Nian. Apa itu? Warna merah saat Imlek ini erat kaitannya dengan legenda makhluk buas bernama Nian.

Dilansir dari Rider’s Digest, Nian hidup dalam mitologi masyarakat Tionghoa. Nian dilambangkan dengan sesosok binatang buas berbentuk setengah banteng dan berkepala singa yang meneror penduduk di desa-desa yang didiami masyarakat Tionghoa.

Setiap malam Tahun Baru Imlek, Nian dikisahkan akan selalu muncul untuk memangsa anak-anak dan binatang ternak.

Kendati demikian, masyarakat sudah tahu Nian takut pada tiga hal, yakni api, kebisingan, dan warna merah. Dengan menggunakan tiga senjata itu, Nian akhirnya bisa dikalahkan oleh penduduk desa.

Baca Juga: Bagaimana Sih Cara Membuat Ucapan Imlek yang Benar?

Sejak saat itulah warna merah dianggap membawa rezeki dan keberuntungan bagi semua orang. Warna merah kemudian menjadi tradisi turun-temurun saat Imlek tiba untuk melambangkan suka cita dan berharap akan keberuntungan di masa mendatang.

Imlek sangat identik dengan warna merah mulai dari lampion, angpao, lilin, baju dan sebagainya.

Warna merah jamak ditemui di hiasan-hiasan Imlek. Lampion merah berjajar di pusat-pusat ruang publik masyarakat Tionghoa seperti kelenteng dan perkampungan Tionghoa.

Warga Tionghoa menggunakan pakaian berwarna merah dan menghias rumahnya juga dengan warna merah.

Imlek bak hari raya bagi masyarakat Tionghoa. Anggota keluarga dari beberapa generasi berkumpul untuk makan bersama.

Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Tahun Baru Imlek Selalu Hujan

Orang yang lebih tua memberi nasihat kepada anak-anak. Mereka juga memberikan amplop-amplop kecil berisi uang atau angpao yang berwarna merah.

Itulah mengapa setiap Imlek juga selalu dimeriahkan dengan lampion, kembang api dan tabuhan musik khas Tionghoa.

Chinahighlights.com menyebutkan sebenarnya tidak ada pakem tertentu terkait cara merayakan Imlek di seluruh dunia. Namun yang tidak boleh ketinggalan adalah mengunjungi anggota keluarga, menghias tempat tinggal, dan memberi hadiah satu sama lain.

Saat merayakan Imlek, masyarakat Tionghoa akan melakukan ritual makan bersama dengan seluruh keluarga besar sekaligus melakukan ritual doa bersama.

Legenda Nian menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa Imlek identik warna merah.

Demikian penjelasan asal usul Imlek identik warna merah.

(Nadia Lutfiana Mawarni)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait