facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

11 RT di Tegal Alur Terendam Banjir, Ribuan Warga Enggan Mengungsi, Ketua RW: Kejauhan

Rizki Nurmansyah Rabu, 19 Januari 2022 | 20:25 WIB

11 RT di Tegal Alur Terendam Banjir, Ribuan Warga Enggan Mengungsi, Ketua RW: Kejauhan
Posko banjir warga RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barta, Rabu (19/1/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

Saat ini ada 72 warga korban banjir di RW 02 mengungsi di RPTRA yang tertelak di RT 08.

SuaraJakarta.id - Hampir sebagian besar wilayah Tegal Alur, Jakarta Barat, terendam banjir. Salah satunya di RW 02, di mana ketinggian air mencapai 60-120 sentimeter (cm).

Ketua RW 02 Tegal Alur, Krisdiantoro mengatakan, ada 11 RT di wilayahnya yang terendam banjir dengan total sekitar 5.000 jiwa yang terdampak.

"Hampir semuanya terendam dengan ketinggian debit air ada yang 60 cm-120 cm," katanya ditemui di lokasi, Rabu (19/1/2022).

Banjir di Tegal Alur terjadi sejak Selasa (18/1/2022) malam. Saat ini ada 72 warga korban banjir di RW 02 mengungsi di RPTRA yang tertelak di RT 08.

Baca Juga: Anggap Banjir Jakarta Sudah Tak Karu-karuan, Ketua DPRD DKI Sebut Sumur Resapan Program Anies Tak Berguna

Namun, dalam penanganan banjir Jakarta kali ini, kata Krisdiantoro, belum ada bantuan logistik dari pihak kelurahan maupun pemerintah kota.

Tak jauh dari RPTRA, terdapat pos RW 02 di mana tempat itu juga sekaligus dijadikan sebagai dapur umum bagi para pengungsi.

Lewat swadaya masyarakat dan donasi dari Komunitas Motor Besar, dapur umum tersebut dapat menyalurkan bantuan berupa makanan matang sebanyak 800 bungkus per hari.

Situasi Jalan Kamal Raya, Jakarta Barat, masih tergenang banjir pada Rabu (19/1/2022) siang. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]
Situasi Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Jakarta Barat, masih tergenang banjir pada Rabu (19/1/2022) siang. [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

"Belum, belum ada (bantuan). Ini swadaya masyarakat dan dari komunitas motor," ungkapnya.

Dalam menyalurkan bantuan makanan, kepada yang tidak mau mengungsi ke RPTRA, kata Krisdiantoro, pihaknya menggunakan perahu karet milik BPBD DKI Jakarta.

Baca Juga: Titik Banjir Jakarta Meluas Menjadi 102 RT, Terbanyak di Kelurahan Tegal Alur

Krisdiantoro menerangkan, rata-rata warganya enggan mengungsi karena lokasi pengungsian dianggap terlalu jauh.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait