Pilu! Mahasiswi UMT Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Dosen, Begini Kronologi Lengkapnya

Korban meminta pihak kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk menindak oknum dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 30 Maret 2022 | 13:54 WIB
Pilu! Mahasiswi UMT Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Dosen, Begini Kronologi Lengkapnya
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap mahasiswi.[Suara.com/Iqbal Asaputro]

Ternyata, ajakan SB untuk bertemu tak berhenti di situ. Pelaku yang mengajar mata kuliah teater di semester 4 itu kembali menghubungi AR.

Lantaran masih trauma dan takut, AR berkali-kali menolak tawaran pelaku. Tapi, pelaku terus mengajak AR untuk menyanyi bahkan mengimingi akan dibayar dengan budget Rp 300 ribu untuk tes vokal lagu yang diinginkan.

AR akhirnya terpaksa menerima tawaran itu lantaran saat itu pelaku menyebut tes vokal akan dilakukan bersama orang PMI. Jadwal pun sempat diundur dan kemudian disepakati pada, Sabtu (5/3/2022).

Saat itu, AR datang terlambat 30 menit dari waktu yang dijanjikan pukul 13.00 WIB di salah satu ruang teater kampus lantaran hujan. Saat datang, pintu teater masih terbuka lalu coba masuk.

Baca Juga:Dekan FISIP Unri, Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Divonis Bebas

Namun saat di dalam, SB meminta AR untuk menutup rapat pintu. Sempat ragu, tapi akhirnya AR terpaksa menutup pintu karena diminta berulang oleh pelaku.

Saat itu, hanya ada dua orang di dalam ruangan. SB beralasan pihak PMI tak dapat datang dan baru akan datang pada malam harinya. Pada situasi itu, AR mengaku ketakutan dan mencoba tenang sambil berharap agar proyek lagu segera selesai.

Di sela-sela kegiatan, SB mulai beraksi. SB sempat bilang bahwa hidung AR seksi. Perlahan, SB mulai mendekati AR yang tengah duduk seolah siap mendekap dari posisi belakang.

"Dia beberapa kali beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri tempat duduk saya dan berdiri di belakang saya, memegang bahu saya sambil berucap 'kamu gendut sekali sih' lalu mulai menyiumi pipi saya, menyiumi kening saya, dan mencoba untuk mencium bibir saya," terang AR.

"Karena di situ saya sedang menggunakan lipstik, dia menjilat bibir saya dengan bibir dan lidahnya, posisi bibir saya mengatup rapat, dan saya sudah mencoba untuk mendorong dan memegang topi yang dia kenakan. Tenaga dia jauh lebih kuat dari saya. Saya sangat takut dan tidak bisa berkata. Setelah itu, dia berkata 'Ada lipstiknya' sembari mengelapi bibirnya, dan saat itu saya hanya bisa terdiam. Saya tetap melanjutkan rekaman. Karena saya takut, jam 3 kurang, saya beralasan pamit karena ingin mengantar kakak saya mengurusi pekerjaan," sambung AR yang masih alami trauma.

Baca Juga:Komahi Unri Serahkan Amicus Curiae Kasus Pelecehan Seksual Dekan Syafri Harto

AR yang meminta izin pulang lalu diminta SB untuk kembali melakukan rekaman. Lantaran rekaman yang sudah dilakukan belum sesuai apa yang diinginkan. Merasa terancam, AR hanya mengiyakan permintaan pelaku. Bahkan, sebelum mengizinkan pulang SB sempat meminta pelukan dari AR.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini