Klaim Desain Sirkuit Formula E di Ancol Lebih Kompetitif, Penyelenggara: Tak Bisa Diikuti di Negara Lain

Sirkuit Formula E Jakarta di Ancol ini memiliki attack mode yang memungkinkan terjadinya overtake atau menyalip.

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 10 Mei 2022 | 21:08 WIB
Klaim Desain Sirkuit Formula E di Ancol Lebih Kompetitif, Penyelenggara: Tak Bisa Diikuti di Negara Lain
Foto udara lintasan Sirkuit Formula E Jakarta yang telah diaspal di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (13/4/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

SuaraJakarta.id - Penyelenggara Fomula E Jakarta mengklaim sirkuit yang dibuat di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara lebih kompetitif ketimbang trek di negara lain. Bahkan, pembuatannya disebut sulit ditiru gelaran di tempat lainnya.

Vice President Infrastructure and General Affairs OC Jakarta E Prix 2022, Irawan Sucahyono mengatakan, perbedaan itu bisa dilihat dari desain sirkuit.

Sirkuit Formula E Jakarta di Ancol ini memiliki attack mode yang memungkinkan terjadinya overtake atau menyalip.

Namun, overtake ini nantinya tak mudah dilakukan oleh pembalap.

Baca Juga:Tak Bisa Akses Situs, Syarif Gerindra Ngaku Kesulitan Beli Tiket Formula E Jakarta

"Ada yang namanya attack mode, di mana tenaga mobil balap akan diperbesar secara elektronik. Kalau pembalap masuk ke attack mode, dia akan dapat tenaga tambahan sehingga akan terjadi overtaking," ujar Irawan kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

"Tapi overtake tak bisa terjadi jika mobil di depan pembalap ada di racing line yang benar," tambahnya menjelaskan.

Karena itu, sirkuit Formula E di Ancol menjadi andalan dan berbeda dengan sirkuit di negara-negara lain.

Pembalap menjadi lebih tertantang dengan desain yang dibuat.

"Balapan ini untuk tontonan. Bagaimana agar tontonan ini menarik? Harus ada banyak overtake, harus ada banyak kompetisi di antara pembalap," tutur Irawan.

Baca Juga:Lintasan Mirip Kuda Lumping, Ini Bedanya Sirkuit Formula E di Ancol dengan Negara-negara Lain

Ia juga menyebut desain sirkuit tak bisa diikuti negara lain lantaran tidak mungkin membuat dimensi yang lebih besar saat masuk tikungan.

"Biasanya kalau overtake kan dapatnya selalu di trek lurus agak panjang. Nah, di sini kita melibatkan banyak sekali posisi-posisi itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini