facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tertinggi di Jaksel, Kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Jagakarsa Capai 37.093 Orang

Erick Tanjung Kamis, 23 Juni 2022 | 15:18 WIB

Tertinggi di Jaksel, Kasus Positif Covid-19 di Kecamatan Jagakarsa Capai 37.093 Orang
Ilustrasi--Pasien positif Covid-19 [Antara/Asprilla Dwi Adha]

"Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak terjadi di Kecamatan Jagakarsa selama dua tahun terakhir sejak awal pandemi, yakni 37.093 orang," kata Fitria.

SuaraJakarta.id - Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita mengatakan Kecamatan Jagakarsa sebagai salah satu kecamatan yang memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi di Jakarta Selatan.

"Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak terjadi di Kecamatan Jagakarsa selama dua tahun terakhir sejak awal pandemi, yakni 37.093 orang," kata Fitria Ramdhita.

Data tersebut merupakan kasus sejak awal pandemi hingga 19 Juni 2022, adapun total kasus positif Covid-19 dari 10 kecamatan mencapai sebanyak 256.818 orang.

Jika kasus positif terbanyak di Kecamatan Jagakasa, maka kecamatan yang minim kasus positif berada di Mampang Prapatan sebanyak 16.720 orang.

Baca Juga: Bola Nyangkut di Genteng, Bocah-bocah Ini Telepon Damkar Langsung Dibantuin, Publik: Gila Dedikasinya

Adapun 10 kecamatan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Setiabudi, dan Tebet.

Total terkonfirmasi positif Covid-19 dari 10 kecamatan tersebut mencapai 256.818 orang sepanjang awal pandemi hingga per 19 Juni 2022.

Sementara itu, total kenaikan kasus harian mencapai 158 orang pada 19 Juni 2022. Adapun juga tercatat sejumlah orang yang sembuh dan selesai isolasi mandiri pada hari tersebut.

"Dari 158 kenaikan kasus harian, tercatat 12 orang sembuh dan 79 orang selesai isolasi mandiri pada hari itu," tuturnya. (Antara)

Baca Juga: Event 'Bungkus Night' Pertama Ternyata Digelar Maret Lalu, Polisi Ungkap Dugaan Bisnis Haram

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait