Jakarta Jadi Pusat Bisnis Setelah IKN Pindah, HIPMI Jaya Dan Kadin DKI Bakal Beri Rekomendasi Ke Pansus DPRD

Ketua Umum HIPMI Jaya, Sona Maesana mengatakan, rekomendasi ini nantinya akan diberikan kepada Panitia Khusus (Pansus) Pemindahan Ibu Kota bentukan DPRD DKI

Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih
Rabu, 29 Juni 2022 | 05:56 WIB
Jakarta Jadi Pusat Bisnis Setelah IKN Pindah, HIPMI Jaya Dan Kadin DKI Bakal Beri Rekomendasi Ke Pansus DPRD
Hipmi Jaya dan Kadin DKI menggelar diskusi Jakarta Talks bertajuk "Ibu Kota Pindah Jakarta Jadi Apa?". (Suara.com/Fakhri)

SuaraJakarta.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI berencana ikut berkontribusi dalam persiapan menyambut Jakarta yang sudah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Apalagi, nantinya Jakarta diproyeksikan menjadi pusat bisnis atau perekonomian.

Untuk itu, HIPMI Jaya dan Kadin DKI menggelar diskusi Jakarta Talks bertajuk "Ibu Kota Pindah Jakarta Jadi Apa?", Selasa (28/6/2022) di Hotel Fairmont, Jakarta Puaat. Nantinya diskusi ini akan menghasilkan rekomendasi untuk Jakarta ketika menjadi pusat bisnis.

Ketua Umum HIPMI Jaya, Sona Maesana mengatakan, rekomendasi ini nantinya akan diberikan kepada Panitia Khusus (Pansus) Pemindahan Ibu Kota bentukan DPRD DKI. Masukan yang disampaikan nanti berisi ide-ide mengenai bagaimana membangun Jakarta setelah tak lagi jadi ibu kota.

"Diskusi ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus kontribusi kami dari dunia usaha supaya kami bisa menggali aspirasi dan memberi masukan terhadap Pansus kota Jakarta di DPRD yang baru dibentuk supaya kota Jakarta ke depan tetap pro dan kondusif pada dunia usaha," ujar Sona kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga:Otorita IKN Nusantara Gelar Pelatihan Kerja, 60 Orang Ikut Serta, Siapa Aja?

Salah satu pertimbangan, Sona menyebut pihaknya menyarankan agar Pansus belajar dari negara lain yang sudah melakukan pemindahan ibu kota, seperti Malaysia dan Amerika Serikat. Apalagi, Jakarta juga memiliki banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

"Karenanya kami siap memberi masukan, juga kontribusi pada pemerintah, untuk bagaimana apabila Jakarta jadi kota bisnis itu bisa menciptakan ekosistem yang semakin mendukung kemajuan dunia usaha. Khususnya UMKM agar bisa naik kelas," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengakui pemindahan status ibu kota akan memberikan dampak pada Jakarta yang selama ini memiliki kekhususan sendiri. Namun, ia yakin Jakarta bisa tetap berkembang dan bisa lebih maju sebagai pusat bisnis.

"Tapi kami akan siap dan optimistis menghadapi ini karena pengusaha itu adalah pejuang. Dan semua yang menjadi diskusi di sini, harapan kami akan menjadi bahan untuk direalisasikan oleh Pansus kekhususan Jakarta, itu harapan kami," tutur Diana.

Diana juga menyoroti soal pengelolaan aset dan status kepemilikannya ketika ibu kota dipindah. Hal ini perlu dimaksimalkan demi kepentingan Jakarta ke depan dan jangan sampai ada aset yang terbengkalai.

Baca Juga:Tidak Dikebiri, Warga IKN Nusantara Tetap Punya Hak Suara untuk Memilih saat Pemilu, Tapi...

"Kami di swasta juga ingin untuk bisa dilibatkan agar jangan sampai mubazir. Dan tentu kami ingin memberi masukan-masukan lainnya sebagai pertimbangan pansus nantinya," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini