Disuplai Pecatan TNI, Ini Jenis Senpi Milik Perampok Toko Emas ITC BSD Serpong

Sarly menerangkan, senpi itu disuplai oleh pelaku MK (33) yang merupakan pecatan anggota TNI.

Rizki Nurmansyah
Jum'at, 30 September 2022 | 20:23 WIB
Disuplai Pecatan TNI, Ini Jenis Senpi Milik Perampok Toko Emas ITC BSD Serpong
Dua senjata api (senpi) milik pelaku perampokan toko emas Sinar Mas ITC BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang disuplai pecatan TNI berinisial MK (33) saat rilis di Polres Tangsel, Jumat (30/9/2022). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

SuaraJakarta.id - Perampok yang beraksi di toko emas Sinar Mas ITC BSD Serpong Kota Tangerang Selatan ternyata menggunakan senjata api buatan pabrikan. Senpi itu disuplai pecatan TNI.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu mengatakan, ada dua senjata api yang dipakai pelaku saat beraksi.

"Ada dua senjata api yakni jenis G2 Combat Kal. 9 mm dan 5 butir peluru FN merk Colt type MK IV Kal. 9 mm," kata Sarly di Polres Tangsel, Jumat (30/9/2022).

Sarly menerangkan, senpi itu disuplai oleh pelaku MK (33) yang merupakan pecatan anggota TNI.

Baca Juga:Ini Peran Komplotan Perampok Toko Emas ITC BSD Serpong, Salah Satu Pelaku Pecatan TNI

Sarly mengklaim, pihaknya tengah menelusuri sumber pabrik senpi tersebut dan apakah ada kaitannya dengan jaringan teroris.

"Senpi ini pabrikan. Kami juga sedang menelusuri apakah ada kaitan kerja sama dengan teroris," terangnya.

Untuk menelusuri dugaan keterlibatan jaringan teroris, Sarly menyebut, pihaknya melibatkan tim Densus 88 Mabes Polri.

"Kita bersama Densus 88 mendalami motif dengan jaringan teroris. Kita ketahui karena salah satu pendanaan aksi teror ini terjadi perampokan mas dan bank. Ini akan didalami oleh tim Densus 88 oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya," papar Sarly.

Diketahui, perampokan tersebut terjadi di toko mas Sinar Mas ITC BSD Serpong pada Jumat (16/9/2022). Setelah dua pekan, polisi akhirnya meringkus pelaku yang berjumlah empat orang.

Baca Juga:Pecatan Anggota TNI Sediakan Senpi dan Tiga Kali Ikut Rampok Toko Emas di Wilayah Tangerang

Empat pelaku perampokan itu yakni berinisial S (37), TH (36), MK (33) dan H (34). Mereka, kata Sarly, diringkus di kota berbeda yakni di Benda Kota Tangerang, Bogor dan Grobogan Jawa Tengah.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

News

Terkini

Proses evakuasi rumah roboh masih dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta.

News | 21:15 WIB

Turnamen Piala Walikota Tangerang Grasstrack Motorcross ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26 Nopember hingga 27 Nopember 2022 dengan membuka 23 kelas.

News | 20:47 WIB

Polisi baru-baru ini mengungkap fakta terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan mengering.

News | 19:48 WIB

Saat gempa Cianjur terjadi, dirasakan cukup kencang di area situs.

News | 19:05 WIB

DVI Polri telah menerima 158 kantong jenazah, baik di RSUD Cimacan maupun di RSUD Sayang.

News | 18:17 WIB

Jokowi menyinggung 'rambut putih' yang disebutnya sebagai pemimpin yang memikirkan rakyat.

News | 18:09 WIB

"Kereta anjlok tertimpa tiang pantograf di Stasiun Kampung Bandan."

News | 17:50 WIB

"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya dingin. Ini negara besar. Jangan hanya duduk manis di Istana presiden," kata Jokowi.

News | 16:03 WIB

Spanduk itu dibentangkan tepat di depan panggung di mana Presiden Jokowi sedang berpidato.

News | 15:38 WIB

Latif mengatakan pengemudi Land Cruiser berinisial SH sengaja memasang pelat palsu tersebut.

News | 15:14 WIB

Para dokter dan ahli medis Siloam dan SingHealth dapat memperoleh manfaat dari penelitian dan pelatihan klinis.

News | 14:32 WIB

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa UI yang ditabrak dan dilindas Eks Kapolsek Cilincing AKBP (purn) Eko Setia.

News | 12:30 WIB

Joko menyebut sejauh ini polisi sudah memeriksa sebanyak 5 saksi.

News | 11:17 WIB

Saat ini Baznas telah mendirikan 9 posko untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Cianjur.

News | 10:43 WIB

Kejati DKI belum menerima seluruh berkas perkara dari lima tersangka yang dikirim Polda Metro Jaya. Baru empat berkas yang diserahkan.

News | 06:05 WIB
Tampilkan lebih banyak