KPAI Dorong Pengkajian Kembali Penerapan Hukuman Kebiri Predator Anak

"Dalam peraturan pemerintah sudah ada hukuman kebiri, tapi kan sampai detik ini masih belum dilakukan," kata Maryati

Rizki Nurmansyah
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:53 WIB
KPAI Dorong Pengkajian Kembali Penerapan Hukuman Kebiri Predator Anak
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah. [Dok. Pribadi]

SuaraJakarta.id - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah mendorong pemerintah uji kembali penerapan hukuman kebiri kepada pelaku kekerasan seksual pada anak.

Menurutnya, hukuman kebiri bagi predator anak masih belum dilakukan hingga saat ini. Padahal, aturannya sudah tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020.

"Dalam peraturan pemerintah sudah ada hukuman kebiri, tapi kan sampai detik ini masih belum dilakukan," kata Maryati, Sabtu (1/10/2022), dikutip dari Antara.

Maryati menyatakan pemerintah perlu mempertegas pihak yang benar-benar memberikan hukuman kebiri kepada pelaku.

Baca Juga:Kriss Hatta Dihujat Usai Merasa Mirip Leonardo DiCaprio Bisa Pacaran Beda Usia 20 Tahun, KPAI Sampai Turun Tangan

"Ini akan memarjinalkan kebiri itu hukuman tambahan sebagai pidana selesai dilaksanakan oleh pelaku," tuturnya.

Selain itu, menurut Maryati juga perlu untuk melihat usia para pelaku kekerasan yang bisa saja di bawah umur, sehingga wajib adanya tindak lanjut mengenai pelaksanaan hukuman kebiri.

"Pelaku juga harus dilihat kalau pelaku anak kan tidak boleh sampai dikebiri gitu, kami kan memberikan masukan," tutur Maryati.

Terlebih, Maryati menyebutkan prinsip umum yang ada di Konvensi Hak Anak (KHA), di antaranya non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, kelangsungan hidup dan perkembangan anak, serta menghormati pandangan anak dalam kasus kekerasan anak.

"Yang disebut partisipasi itu setiap anak harus melakukan kemandirian atas dirinya. Lalu mereka juga merasa ini bagian penting kehidupannya," ungkap Maryati.

Baca Juga:Pacaran dengan Anak di Bawah Umur, KPAI Kecam Kriss Hatta: Jangan Sampai Ini Dianggap Wajar

Menurut Maryati, prinsip KHA ini bisa menjadi investasi bagi anak karena mereka diarahkan untuk bisa bertanggung jawab dengan setiap pilihannya.

News

Terkini

Proses evakuasi rumah roboh masih dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta.

News | 21:15 WIB

Turnamen Piala Walikota Tangerang Grasstrack Motorcross ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26 Nopember hingga 27 Nopember 2022 dengan membuka 23 kelas.

News | 20:47 WIB

Polisi baru-baru ini mengungkap fakta terbaru kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, yang ditemukan mengering.

News | 19:48 WIB

Saat gempa Cianjur terjadi, dirasakan cukup kencang di area situs.

News | 19:05 WIB

DVI Polri telah menerima 158 kantong jenazah, baik di RSUD Cimacan maupun di RSUD Sayang.

News | 18:17 WIB

Jokowi menyinggung 'rambut putih' yang disebutnya sebagai pemimpin yang memikirkan rakyat.

News | 18:09 WIB

"Kereta anjlok tertimpa tiang pantograf di Stasiun Kampung Bandan."

News | 17:50 WIB

"Jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya dingin. Ini negara besar. Jangan hanya duduk manis di Istana presiden," kata Jokowi.

News | 16:03 WIB

Spanduk itu dibentangkan tepat di depan panggung di mana Presiden Jokowi sedang berpidato.

News | 15:38 WIB

Latif mengatakan pengemudi Land Cruiser berinisial SH sengaja memasang pelat palsu tersebut.

News | 15:14 WIB

Para dokter dan ahli medis Siloam dan SingHealth dapat memperoleh manfaat dari penelitian dan pelatihan klinis.

News | 14:32 WIB

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya mahasiswa UI yang ditabrak dan dilindas Eks Kapolsek Cilincing AKBP (purn) Eko Setia.

News | 12:30 WIB

Joko menyebut sejauh ini polisi sudah memeriksa sebanyak 5 saksi.

News | 11:17 WIB

Saat ini Baznas telah mendirikan 9 posko untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Cianjur.

News | 10:43 WIB

Kejati DKI belum menerima seluruh berkas perkara dari lima tersangka yang dikirim Polda Metro Jaya. Baru empat berkas yang diserahkan.

News | 06:05 WIB
Tampilkan lebih banyak