Untuk mencapai target transaksi senilai Rp500 triliun dari 5 juta produk tayang di e-katalog pada 2023, Kadin Indonesia bersama dengan LKPP siap saling bersinergi mendorong lini-lini usaha yang capable dan kompetitif untuk mengambil bagian dalam e-catalog dan berkontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui kerja sama tersebut, Pojka Kadin-LKPP melakukan sosialisasi dan Bimbingan Teknis On Boarding Pelaku Usaha Katalog Elektronik. Selain itu, melakukan workshop tutorial untuk memudahkan anggota Kadin Indonesia termasuk di dalamnya UMKM, serta dari Kadin provinsi, asosiasi usaha bisa langsung masuk atau on boarding ke dalam e-catalog LKPP.
“Sebagai wadah pengusaha Indonesia, maka sudah saatnya Kadin Indonesia lebih giat membantu dan memeratakan perekonomian bangsa ini demi mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib berdasarkan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid.
Direktur Satue Event-event Organizer ICEF 2023, Bambang Setiawan mengatakan, di area seluas 2.908 m2, ICEF akan diikuti sebanyak hampir 100 peserta pameran yang berasal dari aneka sektor usaha, diantaranya kesehatan, fasilitas publik, peralatan perkakas, kendaraan. Lalu ada telekomunikasi, alat kantor, fashion, makanan dan minuman, teknologi, obat, alat keamanan dan safety, hingga jasa tenaga kerja.
Baca Juga:Kepala Basarnas Jadi Tersangka Korupsi, Jokowi: kalau Kena OTT KPK Hormati Proses Hukum
Bambang Setiawan menyebut selama tiga hari pameran, yang dimulai pukul 10:00 sampai 17:00 Wib, pelaku usaha dan buyer pemerintahan ini akan saling berinteraksi dan bernegosiasi lewat beragam acara seperti seminar, temu bisnis (business matching), konsultasi, workshop, bimbingan teknis, serta talkshow. Sebagai bentuk komitmen yang besar memajukan industri dalam negeri, Presiden Joko Widodo direncanakan membuka langsung pameran ICEF ini.
Sebagai informasi, e-katalog adalah aplikasi belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP). Aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk dari pelbagai komoditas yang dibutuhkan oleh pemerintah.
Katalog elektronik atau e-katalog ini dibagi menjadi 3 bagian, di antaranya katalog elektronik nasional, katalog elektronik sektoral dan katalog elektronik lokal yang meliputi barang dan jasa lainnya.
Katalog elektronik nasional adalah katalog elektronik yang disusun dan dikelola oleh Lembaga Kebijakan LKPP. Katalog elektronik sektoral disusun dan dikelola oleh Kementerian. Sedangkan katalog elektronik daerah adalah katalog elektronik yang disusun dan dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda).
Menurut data LKPP, di 2021 ada 5 top komoditas Pengadaan Barang dan Jasa. Pertama fasilitas kesehatan Rp21.267 miliar. Kedua peralatan elektronik perkantoran dan pendukungnya Rp8.029 miliar. Ketiga obat Rp5.088 miliar. Keempat internet service provider Rp1.803 miliar dan kelima alat dan mesin pertanian sektoral Rp1.695 miliar.
Baca Juga:Undang Investor Masuk Daerah, Kadin Buat Pusat Promo Investasi